<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345</id><updated>2011-11-15T03:01:42.565-08:00</updated><category term='kembali takwa'/><title type='text'>MATAHARI PAGI</title><subtitle type='html'>Umar Bin Khottob :

"Kalau sekiranya Kesabaran dan Syukur itu adalah Kendaraan, niscaya aku (akan) mengendarainya"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-2383791154717890172</id><published>2011-02-08T02:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T03:06:17.897-08:00</updated><title type='text'>KETIKA TETESAN AIR  MENJADI  BUTIR MUTIARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/TVEf3Wnnc6I/AAAAAAAAAC4/u3wcHdYF0bY/s1600/Picture3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/TVEf3Wnnc6I/AAAAAAAAAC4/u3wcHdYF0bY/s200/Picture3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571269249859023778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dusun Brambang, Belunsuk, Batu Banteng dan Rarangan adalah empat dusun di Wilayah Timur Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Keempat dusun ini adalah daerah yang pada musim kemarau selalu terkena krisis air bersih, hal ini dikarenakan tekstur tanah di daerah ini adalah tanah cadas. Sumur – sumur gali yang dibuat masyarakat pada musim hujan rata-rata berisi tapi pada musim kemarau menjadi kering.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seolah sumur-sumur itu menjadi sumur tadah hujan.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada musim kemarau, masyarakat di keempat dusun tersebut , untuk mencukupi kebutuhan air bersih, terutama masyarakat dusun batu banteng, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;harus berjalan ke pusat desa Kuripan (Dsn. Tongkek) sejauh sekitar 2-3 km. Tragisnya kadang mereka harus menunggu antrian dari jam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;4 subuh di lokasi mata air tersebut. Yang lebih memprihatinkan lagi kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pagi terlambat bangun maka harus bersedia mandi bersama hewan ternak (begitu keterangan Pak Husni Tamrin mantan kadus banteng, red)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengatasi masalah ini Pemerintah Daerah Lombok Barat terkadang harus mengirimkan tanki air dalam 1 minggu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Walaupun dalam pelaksanaannya terkadang datangnya 1 bulan sekali. Sehingga persoalan masyarakatpun tidak dapat teratasi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Disisi lain, Departemen Pertambangan dan Energi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melalui Dirjen Pengelolan Energi, Panas Bumi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Sumber Air Tanah pada tahun 2007 akhirnya melakukan penelitian untuk mencari sumber air tanah. Sehingga pada tahun itu juga dibuatlah sumur bor dengan kedalaman 153 meter dengan debit air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minimum pada puncak kemarau sebesar 4,3 liter/detik. Sumur bor ini untuk sementara (sebelum PNPM MP, red), hanya mampu dimanfaatkan masyarakat Dusun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berambang saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya angin segarpun datang seiring tibanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan tahun 2010 untuk pertama kalinya di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat. Kaum Perempuan (ibu rumah tangga) sebagai komponen masyarakat terkecil yang sangat merasakan kesulitan air bersih, pada proses penggalian gagasan ditiap dusun hanya menginginkan adanya air bersih. Akhirnya dalam Musyawarah Desa Khusus Perempuan 2010 di Desa Kuripan, Kaum Perempuan menetapkan Jaringan Air Bersih menjadi prioritas utama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah dilakukan survei dan kajian teknis oleh Masyarakat, TPK, FK/FT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan penguatan Fastekab, dan dinyatakan layak oleh tim verifikasi maka ditetapkanlah Jaringan Air Bersih ini menjadi kegiatan yang didanai oleh PNPM MP Kecamatan Kuripan tahun 2010.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jaringan air bersih ini direncanakan akan dimanfaatkan oleh 758 kk atau 3.079 jiwa yang tersebar di empat dusun tersebut. Atas dasar berbagai pertimbangan baik dari fastekab maupun diskusi-diskusi teknis dengan masyarakat, maka direncanakanlah sistem jaringan air bersih sepanjang 5.035 m. Karena beda tinggi sumber air dan daerah tertinggi yang akan diairi didusun belunsuk maka dibangunlah 1 buah tower dengan kapasitas 12,544 meter kubik untuk daerah Dusun Belunsuk, sedangkan untuk daerah Brambang, Rarangan dan Batu Banteng dibangunkan satu buah reservoir dengan kapasitas 23,04 meter kubik. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk keperluan oerasional, pemeliharaan dan insentif pengelola, maka berdasarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hasil perhitungan teknis, biaya permeter kubik air yang dibebankan kepada masyarakat adalah sebesar Rp. 1.600 permeter kubik, akan tetapi karena rasa syukur masyarakat, masyarakat justru mengambil keputusan bersama untuk biaya yang dibebankan kepada mereka sebesar Rp. 2.000 permeter kubik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai wujud dan momentum rasa syukur tersebut, maka Pemerintah Desa Kuripan bersama masyarakat bersepakat untuk secara swadaya mengadakan acara persemian oleh Bupati Lombok Barat. Sehingga pada tanggal 5 Januari 2011, Bupati Lombok Barat bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lombok Barat secara bersama-sama meresmikan Sarana Jaringan Air Bersih Desa Kuripan Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat yang juga sekaligus sebagai simbol peresmian seluruh kegiatan PNPM MP di Kabupaten Lombok Barat untuk tahun 2011. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Momentum ini juga sekaligus mengagendakan penyerahan DIPA Secara simbolis untuk semua Kecamatan oleh Bupati Lombok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Barat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Alhamdulillah... Akhirnya Mimpi Jadi Nyata,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetesan Air Laksana Butir Mutiara” begitulah ungkapan masyarakat Belunsuk, Brambang, Rarangan dan Batu Banteng.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-2383791154717890172?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/2383791154717890172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2011/02/ketika-tetesan-air-menjadi-butir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/2383791154717890172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/2383791154717890172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2011/02/ketika-tetesan-air-menjadi-butir.html' title='KETIKA TETESAN AIR  MENJADI  BUTIR MUTIARA'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/TVEf3Wnnc6I/AAAAAAAAAC4/u3wcHdYF0bY/s72-c/Picture3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-1771796838838192272</id><published>2010-05-25T10:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T10:59:45.956-07:00</updated><title type='text'>Parlemen Borjuis, Siapa Perlu?</title><content type='html'>Hasil penelitian Transparency International Indonesia (TII) tentang indeks korupsi lembaga-lembaga negara dan non-negara sepanjang tahun 2009 menempatkan DPR sebagai lembaga terkorup di Indonesia, diikuti lembaga peradilan dan partai politik di urutan kedua dan ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini sebenarnya telah menciptakan “hattrick” bagi lembaga parlemen karena telah menjadi lembaga terkorup tiga kali, yaitu pada 2004 dan 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mafia Parlemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lembaga peradilan dan kepolisian dianggap terkorup, kita mungkin tidak menggugat karena rekam jejak lembaga itu selama ini. Ketika kasus “cicak versus buaya” muncul, yaitu saat KPK sangat progresif menyelesaikan masalah pidana korupsi dibandingkan kepolisian, polisi pun cemburu dan menjebak pimpinan lembaga ini agar tidak menjadi buaya lapar. Mereka pun memasang desain hukum agar cicak ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya jatuhnya citra KPK juga menjatuhkan citra pemerintahan SBY sebagai pemerintah yang konsisten pada penegakan hukum dan korupsi yang membudaya di Nusantara. Tinggallah lembaga kepolisian harus menyelesaikan masalah korupsi dan mafia hukumnya, padahal dirinya tidak bersih dari mafioso. Namun, menjuluki legislatif sebagai lembaga terkorup? Ini tentu memprihatinkan. Salah satu semangat Reformasi 1998 adalah memperkuat parlemen sebagai daulat rakyat dan bukan tukang stempel penguasa. Mungkin kita terima jika DPR dimasukkan sebagai lembaga korup (bukan terkorup). Melalui media terlihat lembaga rakyat itu belum menjadi tempat yang nyaman bagi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cincai politik, kelompok, partai, dan percumbuan terlarang dengan eksekutif yang mengakibatkan parlemen belum menjadi lembaga pengawal kepentingan rakyat secara baik, melalui mekanisme legislasi, monitoring, dan penganggaran. Dapat dilihat, meskipun sejak Reformasi telah tiga kali berlangsung pemilu multipartai, kemilau parlemen sebagai matahari rakyat belum bersinar. Belum lagi kalau melihat banyaknya anggota parlemen yang masuk penjara akibat korupsi dan kolusi. Kuasa legislasi memungkinkan anggota parlemen membuat deal-deal kepentingan dengan korporat atau negara dalam memuluskan libido ekonominya melalui lahirnya perundangan. Tak terhitung berapa banyak anggota parlemen yang telah ditangkap tangan atau berdasarkan dokumen untuk mendukung diam-diam perusahaan dan konglomerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai masalah reklamasi, konsesi pertambangan, alihfungsi hutan dan ruang publik hingga kebijakan komersialisasi dan privatisasi sumber vital bangsa (telekomunikasi, bahan bakar, air, pulau, moneter dan fiskal). Dengan celah hukum longgar parlemen dapat berbuat seenak lututnya. Mereka menggunakan anggaran perjalanan dinas, anggaran panitia kerja atau khusus (ad hoc), aneka tunjangan, dan keistimewaan fasilitas kelengkapan Dewan lainnya untuk kepentingan yang tidak objektif diperlukan konstituen. Sikap heroik parlemen pasca-Reformasi ketika menggusur Presiden Habibie dan Gus Dur tidak dapat dikatakan citra baik DPR. Ini hanya kamuflase yang mengaburkan hasrat kuasa yang lebih besar dibandingkan hasrat altruistik, berkorban demi rakyat. Kita pun tahu, tragedi Gus Dur telah melahirkan kesadaran bahwa parlemen sangat mungkin menjadi diktator atas nama demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasca-Setgab Koalisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari pascapengumuman Sri Mulyani akan dipekerjakan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, peta politik di parlemen pun berubah. Aburizal Bakrie, yang menikam Partai Demokrat dalam kasus bailout Century, diangkat menjadi Ketua Harian Sekretariat Bersama (Setgab) Koalisi. Tujuan praksis Setgab adalah mengonsolidasikan kekuatan partai-partai pendukung pemerintah agar memiliki kestabilan politis baik di kabinet ataupun di parlemen. Bak sebuah orkestra, seluruh artikulasi para anggota Golkar yang sebelumnya kritis dan sangar menjadi santun dan protokoler ketika membicarakan kebijakan yang berhubungan dengan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR, menyebutkan kasus bailout Century sangat mungkin dipetieskan pascahengkangnya Sri Mulyani. Bukan sebuah ungkapan yang umum jika dilihat dari sikapnya dua bulan lalu. Di sini lemahnya struktur DPR bukan hanya karena pragmatisme Golkar dan lemahnya kritisisme partai-partai penguasa (Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP), tetapi secara lebih luas menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara perubahan sistem elektoral legislatif dengan kualitas senator menjadi lebih berintegritas dan populis. Malah cenderung menjadi aristokrat tanggung, para bangsawan tuli dan serakah. Pemilu 2009 menjadi pemilu yang berbeda dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pemilu 2009 baru diberlakukan sistem pemilihan orang secara murni dan tidak lagi proporsional partai. Pada Pemilu 2004 sistem memilih orang masih bersifat quasi, yaitu apabila tidak memenuhi rasio kecukupan suara akan dilimpahkan kepada nomor urut lebih tinggi. Pada Pemilu 2004 sempat terdengar “prahara Nurul Arifin”, memiliki suara lebih banyak dari Ade Kamaruddin tapi malah gagal meluncur ke Senayan. Hanya karena Ade berada di nomor urut satu dan itu jatah pengurus partai. Namun citra yang diperlihatkan Parlemen tidak sekuat kualitas demokrasi yang diusungnya. Lebih setahun sejak pemilu April 2009, DPR tidak makin membanggakan dalam mengusung Geist des Menchen, semangat rakyat yang kerap pedih sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika prosedural demokrasi telah dilangkahi oleh peraturan untuk peraturan atau peraturan untuk proyek (le droit pour le projet) dan bukan untuk rakyat (le droit pour le peuple). Munculnya pansus penegakan hukum, terkait diskriminasi hukum yang diterima Susno Duadji, belum tentu akan memperbaiki citra parlemen yang kembali jatuh pascarekonsiliasi Ical-SBY. Akan ada lagi kelompok kritis tersangkut kail kekuasaan, tinggal tunggu waktu. Dengan kuasa swaanggaran yang dimiliki, DPR telah mengatur untuk dirinya sendiri anggaran-anggaran kesejahteraan. Alokasi anggaran rutin dan operasional bagi DPR hingga Rp2 triliun dan biaya renovasi Gedung Nusantara Senayan sebesar Rp1,8 triliun menjadi bukti mereka tidak sensitif dengan kondisi rakyat yang masih terpuruk dalam kemiskinan dan kealpaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan partai koalisi hingga 65% (minus PKS), Partai Demokrat bisa memimpin rekan-rekannya untuk menolak kesewenangan anggaran, tapi tidak dilakukan. Maka jangan salahkan jika rakyat merasa pesimistis dengan masa depan demokrasi berbasis aristokrasi ini. Eksperimentasi demokrasi telah melahirkan banyak model dan konfigurasi, tetapi belum memberikan bobot pada isi. Jika kita mengingat kembali alasan Charles Louis de Secondat, Baron de la Brede et de Montesquieu tentang pentingnya parlemen, yaitu agar kekuasaan para raja tidak menumpuk dan adanya keseimbangan kekuasaan (balance of power), maka kehadiran parlemen terlihat perlu sekali. Namun kejadian hari ini legislatif tidak menjadi lembaga yang mendekatkan suara rakyat menderita kepada suara Tuhan yang perlu dibela dan dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemapanan politik dan kedewasaan informasi yang dimiliki publik, sebenarnya publik selama ini telah mengadvokasi dirinya sendiri dari kesewenangan penguasa-pengusaha. Maka ketergantungan pada parlemen, termasuk membiayai kehidupan anggota Dewan yang jauh dari cukup, bisa ditangkis. Caranya, bekalilah sebuah parlemen yang fakir, yang benar-benar memahami bahwa anggota parlemen adalah advokat bagi rakyat. Ia paham sejak awal tidak akan dibekali fasilitas dan uang yang menghijaukan mata dan membuat iri tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi anggota Dewan berarti berjanji dengan komitmen, pengetahuan, dan talenta altruistiknya untuk membangun demokrasi dan kesejahteraan rakyat. Rakyat harus melakukan referendum jika anggota parlemen akan diberi privilese sedemikian mewah seperti saat ini karena rakyat juga hidup dengan bekerja dan bukan berleha-leha. Jika tidak bisa dilakukan itu semua, sungguh kita tidak memerlukan parlemen.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-1771796838838192272?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/1771796838838192272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2010/05/parlemen-borjuis-siapa-perlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1771796838838192272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1771796838838192272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2010/05/parlemen-borjuis-siapa-perlu.html' title='Parlemen Borjuis, Siapa Perlu?'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-233890489427980975</id><published>2010-05-25T10:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T10:57:49.769-07:00</updated><title type='text'>Setelah Anas Terpilih</title><content type='html'>Pagelaran politik internal Kongres II Partai Demokrat (PD) di Bandung telah usai. Anas Urbaningrum tak disangka-sangka terpilih secara dramatis (kalau bukan revolusioner) sebagai ketua umum partai tersebut untuk periode 2010-2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas memang punya karisma dan segenap modal politik lain untuk masuk ke arena pengandidatan walaupun penuh dengan liku-liku. Dibandingkan dengan pesaingnya yang dominan diberitakan (termasuk berita iklan), Andi Alifian Mallarangeng, Anas banyak berada dalam posisi defensifaktif. Khalayak mengira bahwa restu atas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah ke Andi, bukan Anas atau Marzuki Alie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY sebelumnya dipandang sebagai sosok penentu yang menentukan terpilihnya ketua umum walaupun pandangan ini tidak sepenuhnya benar di arena kongres. Anas tidak mau dipatahkan oleh kebesaran iklan-iklan politik Andi serta dengan dukungan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di tim Andi. Dengan langkah pasti dan rasa percaya diri yang tertata, Anas melangkah maju hingga ke titik penentuan.&lt;br /&gt;Jangan ketinggalan berita tentang Piala Dunia 2010, hanya di Okezone.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anas, kompromi terakhir adalah pemungutan suara untuk membuktikan siapa yang paling banyak didukung oleh para penentu yakni yang punya suara dalam kongres. Anas dan timnya tentu saja punya strategi pemenangan yaitu dalam politik “memungkinkan berbagai ikhtiar”. Yang jelas Anas telah menang, lantas apa yang perlu dilakukan Anas Urbaningrum selanjutnya? Pertama kali yang harus dia lakukan adalah melakukan akomodasi kepada berbagai kader partai untuk memperkuat kepengurusannya secara solid dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas tentu harus mampu secara cepat dan elegan memperbaiki hubungan dengan para pesaing politiknya (termasuk “Keluarga Cikeas”), dengan tetap melakukan komunikasi politik secara baik. Politik akomodasi ini dapat dilakukan, tetapi jangan sampai mengabaikan faktor kompetensi. Kedua, Anas harus menunjukkan dirinya konsisten dalam meletakkan posisi PD sebagai “partai tengah” dan partai kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan banyak kalangan bahwa apabila Anas memimpin PD, akan membuat PD sebagai partai tengah bergeser “ke kanan”, harus ditunjukkan bahwa hal itu tidak berdasar atau terlampau mengada-ada. Anas memang dikenal sebagai mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), tetapi tidak berarti dia hendak “menghijaukan” PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting, bagaimana PD mampu menjadi partai kader yang baik dan konsisten. Ketiga, Anas harus berkonsentrasi betul dalam mengurus partai mengingat tantangan politik hari esok jauh lebih kompleks, apalagi pada 2014 SBY tidak lagi dapat diusung sebagai calon presiden kembali. Konstitusi kita di era reformasi ini membatasi masa jabatan presiden hingga dua periode pemerintahan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY telah menjadi ikon politik PD, dan tampaknya dilengkapi pula dengan semakin menanjaknya popularitas Anas. Anas harus melepas jabatannya sebagai Ketua Fraksi PD di DPR, bahkan dari anggota DPR, dan membuat Kantor DPP PD sebagai rumahnya secara day to day. Keempat, di atas semua itu, Anas diberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin politik yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia harus konsisten dengan pola pikir atau mindset kepemimpinan politik yang tentu berbeda dengan mindset kepemimpinan bisnis, birokrasi, atau militer. Ia harus berpikir dan melakukan tindakan yang muaranya adalah untuk memperkuat kelembagaan partai, sebagai konsekuensi modernisasi PD, serta demi mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi politik PD dalam berbagai pemilu.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, tentu saja, Anas harus dapat bekerja sama dengan berbagai kalangan, dan menyinergiskannya. Dalam struktur organisasi baru PD, posisi ketua umum memang bukan yang paling atas. Ketua umum segaris dengan Dewan Pembina, dan di atasnya terdapat Majelis Tinggi yang anggotanya kolektif. Jadi, ketua umum PD berbeda konteksnya dengan Ketua Umum Partai Golkar misalnya yang kekuatan politiknya sentral. Meskipun demikian, posisi, peran, dan fungsi Ketua Umum PD masihlah signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan politik Anas dalam mengendalikan PD tentu akan menjadi sorotan berbagai kalangan. Gaya Anas memang mirip SBY dalam beberapa segi. Dalam berkomunikasi misalnya dia tenang. Bahasanya tertata dan argumentatif. Anas juga akan dihadapkan pada persoalan, bagaimana mengatasi konflik politik, baik internal maupun eksternal. Dinamika politik akan selalu diwarnai konflik dan konsensus, dan Anas harus mampu untuk berlayar memagang kemudi partainya dalam mengatasi konflik dan menciptakan konsensus yang produktif bagi partainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anas terpilih, jauh keluar PD, bisa menjadi suatu inspirasi bagi partai-partai lain dalam proses regenerasi kepemimpinannya. Tampilnya Anas merupakan fenomena bahwa kaum muda dan kader aktivis ternyata dapat menemukan jalan untuk tampil. Tua atau muda dalam politik sesungguhnya kurang relevan dipertentangkan asal mereka punya kompetensi. Dan Anas masih muda, tetapi juga punya kompetensi politik yang andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpilihnya Anas membuktikan bahwa partai politik, bahkan sekelas PD sekalipun, masih sangat terbuka menyediakan jalan bagi regenerasi kepemimpinan kaum muda. Meskipun bukan figur muda yang pertama memimpin partai politik, boleh dikatakan, Anas adalah yang termuda memimpin sebuah partai terbesar di Indonesia saat ini. Tentu saja bobotnya menjadi lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan politik yang ditempuh Anas, sebagai bagian dari kader politik muda untuk memilih berkarier di partai politik, merupakan sesuatu yang sudah on the right track. Tentu saja yang di luar jalur partai juga perlu diapresiasi, tetapi reaksi antipartai hendaknya jangan dilakukan secara berlebihan. Setelah Anas terpilih, dalam konteks ini, semakin menegaskan bahwa jalur partai politik bagi kaum muda terbuka. Manakala demokrasi internal berjalan dengan baik, dengan adanya pasar persaingan sempurna kompetisi politiknya, peluang bagi yang muda untuk tampil sangat terbuka lebar.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari suka atau tidak suka, terpilihnya Anas menandakan kehadiran hawa segar di tubuh partai yang berfilosofikan demokrasi ini. PD berhasil menepis pandangan, kalau bukan mitos, keberadaan sosok sentral (Ketua Dewan Pembina) akan menghapuskan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY telah menunjukkan dirinya sebagai seorang demokrat yang menjaga proses demokrasi internal berjalan sedemikian rupa sehingga tidak ada alasan kuat untuk mengatakan proses demokrasi internal telah gagal. Tetapi, bagaimana apabila misalnya sosok Ketua Dewan Pembina tidak bijak dan tidak demokratis? Ini yang masih menyisakan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PD mencoba mengambil jalan tengah dengan membuat struktur Majelis Tinggi yang bersifat kolektif. Tetapi, peran Dewan Pembina masih tetap menentukan. Dalam merespons demokrasi, partai-partai politik memang punya strategi sendiri-sendiri. Tetapi, tetap saja sebuah rumus baku berlaku, yakni manakala demokrasi internal tidak terselenggara dengan baik, partai itu mudah pecah dan karenanya berjangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anas terpilih, kalangan internal PD tetap harus bersikap kritis bagi kemajuan partainya, sementara publik luas berharap agar PD di bawah Ketua Umum Anas Urbaningrum mampu berkontribusi positif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Hal ini bisa dipahami mengingat tidak hanya kader PD yang berharap Anas mampu memimpin dengan baik partainya sebagai pilar demokrasi di Indonesia, tetapi juga semua pihak yang berkepentingan dengan berjalannya demokrasi secara fair. Wallahu-’alam. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-233890489427980975?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/233890489427980975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2010/05/setelah-anas-terpilih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/233890489427980975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/233890489427980975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2010/05/setelah-anas-terpilih.html' title='Setelah Anas Terpilih'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-1481319894681213600</id><published>2010-05-20T09:46:00.001-07:00</published><updated>2010-05-20T11:44:20.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kembali takwa'/><title type='text'>Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/S_VxxHsVMPI/AAAAAAAAABs/IRyWWGMI824/s1600/religionislam2.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 99px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/S_VxxHsVMPI/AAAAAAAAABs/IRyWWGMI824/s200/religionislam2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473406010831220978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?&lt;br /&gt;Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak dari wanita muslimah bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita ‘menunjukkan eksistensi diri’ di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama “Sekarang kerja dimana?” rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk “Saya adalah ibu rumah tangga”. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu “sukses” berkarir di sebuah perusahaan besar. Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan universitas ternama dengan prestasi bagus atau bahkan berpredikat cumlaude hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak, dia harus berhadapan dengan “nasehat” dari bapak tercintanya: “Putriku! Kamu kan sudah sarjana, cumlaude lagi! Sayang kalau cuma di rumah saja ngurus suami dan anak.” Padahal, putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia ingin mencari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Sebagai Seorang Pendidik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan pengurus rumah. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Ini adalah tugas yang besar! Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illallah, menancapkan tauhid ke dada-dada mereka, menanamkan kecintaan pada Al Quran dan As Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, kecintaan pada Al Haq, mengajari mereka bagaimana beribadah pada Allah yang telah menciptakan mereka, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka bagaimana menjadi pemberani tapi tidak sombong, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajari mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi. Termasuk di dalamnya hal yang menurut banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang kecil dan remeh, seperti mengajarkan pada anak adab ke kamar mandi. Bukan hanya sekedar supaya anak tau bahwa masuk kamar mandi itu dengan kaki kiri, tapi bagaimana supaya hal semacam itu bisa menjadi kebiasaan yang lekat padanya. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk membiasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebuah Tanggung Jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Peliharalah dirimu dan keluargamu!” di atas menggunakan Fi’il Amr (kata kerja perintah) yang menunjukkan bahwa hukumnya wajib. Oleh karena itu semua kaum muslimin yang mempunyai keluarga wajib menyelamatkan diri dan keluarga dari bahaya api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tentang Surat At Tahrim ayat ke-6 ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ajarkan kebaikan kepada dirimu dan keluargamu.” (Diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Mustadrak-nya (IV/494), dan ia mengatakan hadist ini shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim, sekalipun keduanya tidak mengeluarkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqatil mengatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah, setiap muslim harus mendidik diri dan keluarganya dengan cara memerintahkan mereka untuk mengerjakan kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim menjelaskan bahwa beberapa ulama mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan meminta pertanggungjawaban setiap orang tua tentang anaknya pada hari kiamat sebelum si anak sendiri meminta pertanggungjawaban orang tuanya. Sebagaimana seorang ayah itu mempunyai hak atas anaknya, maka anak pun mempunyai hak atas ayahnya. Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.” (QS. Al Ankabut: 7), maka disamping itu Allah juga berfirman, “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusia dan batu.” (QS. At Tahrim: 6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim selanjutnya menjelaskan bahwa barang siapa yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, lalu ia membiarkan begitu saja, berarti telah melakukan kesalahan besar. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua yang acuh tak acuh terhadap anak mereka, tidak mau mengajarkan kewajiban dan sunnah agama. Mereka menyia-nyiakan anak ketika masih kecil sehingga mereka tidak bisa mengambil keuntungan dari anak mereka ketika dewasa, sang anak pun tidak bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil yang lain diantaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang dekat.” (QS asy Syu’ara’: 214)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya di rumah, dia bertanggung jawab atas keluarganya. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya. Dia pun bertanggung jawab atas diri mereka. Budak seorang pria pun jadi pemimpin mengurusi harta tuannya, dia pun bertanggung jawab atas kepengurusannya. Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari 2/91)&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas, nampak jelas bahwa setiap insan yang ada hubungan keluarga dan kerabat hendaknya saling bekerja sama, saling menasehati dan turut mendidik keluarga. Utamanya orang tua kepada anak, karena mereka sangat membutuhkan bimbingannya. Orang tua hendaknya memelihara fitrah anak agar tidak kena noda syirik dan dosa-dosa lainnya. Ini adalah tanggung jawab yang besar yang kita akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa Menanam, Dia akan Menuai Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hati seorang ibu melihat anak-anaknya tumbuh? Ketika tabungan anak kita yang usia 5 tahun mulai menumpuk, “Mau untuk apa nak, tabungannya?” Mata rasanya haru ketika seketika anak menjawab “Mau buat beli CD murotal, Mi!” padahal anak-anak lain kebanyakan akan menjawab “Mau buat beli PS!” Atau ketika ditanya tentang cita-cita, “Adek pengen jadi ulama!” Haru! mendengar jawaban ini dari seorang anak tatkala ana-anak seusianya bermimpi “pengen jadi Superman!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa seperti ini bagaimana membentuknya? Butuh seorang pendidik yang ulet dan telaten. Bersungguh-sungguh, dengan tekad yang kuat. Seorang yang sabar untuk setiap hari menempa dengan dibekali ilmu yang kuat. Penuh dengan tawakal dan bergantung pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu… jika seperti ini, bisakah kita begitu saja menitipkannya pada pembantu atau membiarkan anak tumbuh begitu saja?? Kita sama-sama tau lingkungan kita bagaimana (TV, media, masyarakat,…) Siapa lagi kalau bukan kita, wahai para ibu -atau calon ibu-?&lt;br /&gt;Setelah kita memahami besarnya peran dan tanggung jawab seorang ibu sebagai seorang pendidik, melihat realita yang ada sekarang sepertinya keadaannya menyedihkan! Tidak semua memang, tapi banyak dari para ibu yang mereka sibuk bekerja dan tidak memperhatikan bagaimana pendidikan anak mereka. Tidak memperhatikan bagaimana aqidah mereka, apakah terkotori dengan syirik atau tidak. Bagaimana ibadah mereka, apakah sholat mereka telah benar atau tidak, atau bahkan malah tidak mengerjakannya… Bagaimana mungkin pekerjaan menancapkan tauhid di dada-dada generasi muslim bisa dibandingkan dengan gaji jutaan rupiah di perusahaan bonafit? Sungguh! sangat jauh perbandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya lagi, banyak ibu-ibu yang sebenarnya tinggal di rumah namun tidak juga mereka memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana kepribadian anak mereka dibentuk. Penulis sempat sebentar tinggal di daerah yang sebagian besar ibu-ibu nya menetap di rumah tapi sangat acuh dengan pendidikan anak-anak mereka. Membesarkan anak seolah hanya sekedar memberinya makan. Sedih! Padahal anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan akhirat! Setiap upaya yang kita lakukan demi mendidiknya dengan ikhlas adalah suatu kebajikan. Setiap kebajikan akan mendapat balasan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak inginkah hari kita terisi dengannya? Atau memang yang kita inginkan adalah kesuksesan karir anak kita, meraih hidup yang berkecukupan, cukup untuk membeli rumah mewah, cukup untuk membeli mobil mentereng, cukup untuk membayar 10 pembantu, mempunyai keluarga yang bahagia, berakhir pekan di villa. Tanpa memperhatikan bagaimana aqidah, bagaimana ibadah, asal tidak bertengkar dan bisa senyum dan tertawa ria di rumah, disebutlah itu dengan bahagia.&lt;br /&gt;Ketika usia senja, mata mulai rabun, tulang mulai rapuh, atau bahkan tubuh ini hanya mampu berbaring dan tak bisa bangkit dari ranjang untuk sekedar berjalan. Siapa yang mau mengurus kita kalau kita tidak pernah mendidik anak-anak kita? Bukankah mereka sedang sibuk dengan karir mereka yang dulu pernah kita banggakan, atau mungkin sedang asik dengan istri dan anak-anak mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malaikat maut telah datang, ketika jasad telah dimasukkan ke kubur, ketika diri sangat membutuhkan doa padahal pada hari itu diri ini sudah tidak mampu berbuat banyak karena pintu amal telah ditutup, siapakah yang mendoakan kita kalau kita tidak pernah mengajari anak-anak kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Masihkah kita mengatakan jabatan ibu rumah tangga dengan kata ‘cuma’? dengan tertunduk dan suara lirih karena malu?&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maroji’:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Dapatkan Hak-Hakmu, Wahai Muslimah oleh Ummu Salamah as Salafiyyah. Judul asli: Al-Intishaar li Huquuqil Mu’minaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Mendidik Anak bersama Nabi oleh Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. Judul Asli: Manhaj At-Tarbiyyah An-Nabawiyyah lit-Thifl&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-1481319894681213600?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/1481319894681213600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2010/05/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1481319894681213600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1481319894681213600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2010/05/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga.html' title='Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/S_VxxHsVMPI/AAAAAAAAABs/IRyWWGMI824/s72-c/religionislam2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-1599313561743406927</id><published>2009-08-26T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T02:38:28.593-07:00</updated><title type='text'>Andai Maslow Memahami Ramadan</title><content type='html'>Teori Maslow PERILAKU manusia modern sudah diamati oleh Abraham Maslow (1908-1970) dengan seksama. Mereka yang mencari penghidupan, mendapatkan sesuatu yang dianggap berharga dan menunjukkan prestasi. Lalu gejala sosial ini digeneralisasi ilmuwan itu hingga terkonstruk seperangkat teori perilaku manusia. Karena itu, kategorisasi yang berbentuk piramida kebutuhan manusia itu sangat akrab bagi ilmuwan lintas-akademis. Demikian terkenalnya, hingga psikolog, ekonom, manajer, politisi, sosiolog, antropolog dan lainnya meminjam Teori Maslow untuk menganalisis disiplin ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana relevansi teori ini dalam kehidupan manusia? Tulisan ini akan menjadi kritik terhadap teori yang sudah sedemikian mapan dan dianut oleh hampir seluruh intelektual ketika mendefinisikan manusia. Hal ini akan menjadi menarik jika teori Maslow dikaitkan dengan (ibadah) puasa yang saat ini akan dijalankan oleh kaum muslimin sedunia. Ada koreksi fundamental ketika memperhadapkan vis-a-vis antara teori Maslow dengan pemahaman puasa dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maslow mengatakan bahwa perilaku manusia dimotivasi oleh sesuatu yang mendasar. Secara berurutan dari bawah yaitu fisiologi (makan, minum, seks), rasa aman, kasih sayang, harga diri dan aktulisasi diri. Puncak tertingginya adalah aktualisasi diri. Seorang manusia sudah tidak berpikir tentang harga diri, jika dirinya bisa menuangkan idealisme, berkonsentrasi penuh dalam aktivitas yang dicintainya. Sebagaimana ilustrasi seorang profesor filsafat yang mengajar dengan baju sederhana dan hanya menaiki sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, motivasi dasar seorang manusia yang melakukan tindak pencurian, mayoritas adalah karena rasa lapar. Ketiadaan bahan makanan membuat mereka termotivasi mengambil yang bukan haknya. Gerombolan perampok selalu diawali karena kepapaan kolektif, kemiskinan yang marak menggejala. Sehingga selalu saja, alasan tindak kejahatan mayoritas adalah soal ekonomi yang minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pencuri ketika digelandang polisi, mungkin masih bisa tersenyum bahkan tertawa-tawa. Hal itu, karena dia tidak membutuhkan rasa aman atau harga diri. Bandingkan dengan mayoritas kita yang menyelamatkan muka dari malu adalah tindakan yang utama. Digelandang polisi adalah sebuah hal yang sangat memalukan. Gengsi itu bagian dari piramida ketiga Maslow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini muncul sebuah konklusi, harusnya rasa lapar menimbulkan efek kemarahan atau keinginan memberontak. Ini logika umum yang terjadi dalam kasus pencurian. Rasa lapar menciptakan imajinasi dan keinginan yang sewaktu-waktu laten bisa muncul dalam diri seseorang. Tetapi, yang menjadi ambigu adalah ketika seorang muslim berpuasa (yang artinya berada dalam kelaparan selama sehari penuh), justru menciptakan ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah ini, teori Maslow mendapat sanggahan secara praktikal dari kalangan muslimin. Karena justru dalam praktek sejarah, banyak sekali para pelaku jalan spiritual melakukan tindak kelaparan ini untuk menaikkan derajat kemanusiaan, menghaluskan budi, menerawang masa depan, menjernihkan nurani dan mencapai posisi muthmainnah (ketenangan) batin. Mereka yang disebut sufi menjadi lapar dan sekaligus sholeh. Justru bukan brutal, marah atau anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sharpening The Saw&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Barat, banyak orang yang belum memahami inti dari (ibadah) puasa dalam Islam. Mereka mengira pemeluk Islam yang bersengaja mengosongkan perut seharian penuh adalah para penganut mashocist, yaitu kaum yang suka menyakiti diri sendiri. Penjelasan rasional apapun belum bisa diterima. Mereka akan diam jika seorang muslim katakan, "saya seorang mashocist". Karena memilih untuk menganut sebuah praktek kehidupan adalah bagian dari demokrasi personal yang harus dihormati. Padahal, pemahaman itu sangat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadan adalah saat dimana terjadi pengasahan kepekaan spiritual dan intelektual. Siklus hidup diatur sedemikian rupa, laku ritual dinaikkan intensitasnya. Sementara membelenggu ledakan keinginan negatif dilakukan dengan ketat. Menjadi lapar adalah pilihan, tapi berbeda dengan lapar biasa, dalam Ramadan warna, nilai dan spirit yang dikedepankan adalah ihsan. Perasaan selalu berada dalam pengawasan (demi) Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, teori yang memiliki korelasi dengan puasa justru adalah langkah ketujuh dari The Seven Habits: The Most Effective People (1997) karangan Steven R Covey, yaitu "mengasah gergaji" (sharpen the saw). Kebiasaan mengasah gergaji dihasilkan dari kemampuan pembaruan diri yang diaktualkan secara optimal. Dikatakan kebiasaan efektif karena dengan terus mengasah gergaji (baca: pengembangan diri) dapat mengurangi kemungkinan yang menyebabkan kegagalan atau kelambanan menyelesaikan masalah akibat perubahan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kebiasaan efektif yang mampu mengubah manusia menjadi berhasil adalah kemampuannya untuk mengasah terus menerus segala tools of life yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Termasuk dalam hal ini adalah jasad, kepekaan intelektual dan ruh spiritual. Model pelatihan itu sudah didesain sedemikian rupa berbentuk siklus tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah panggung masalah. Banyak profesional di dunia modern setelah mendapatkan seluruhnya, justru mengalami kegamangan. Padahal kebutuhan fisiologis (rumah, makanan, minum, seks, dll) serta hierarki Maslow di atasnya sudah terpenuhi. Bahkan mereka sudah beraktualisasi diri, yaitu tingkat tertinggi dari hierarki Maslow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadan benar-benar menjadi arena penyadaran. Dalam satu bulan siklus tahunan itu, disadarkan bahwa makan, minum dan seks bukanlah kebutuhan utama. Puasa meningkatkan derajat kebutuhan manusia kepada jenjang yang lebih tinggi, yaitu "pengabdian total pada Tuhan". Sayang, motivasi ini tidak tertera dalam puncak piramida Maslow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi untunglah, sempat diceritakan dalam buku Stephen R Covey dan Roger Merill yang berjudul First Things First (sekuel Seven Habits), Maslow sendiri dalam tahun-tahun terakhir kehidupannya (wafat 1970), telah merevisi teorinya tersebut. Menurut Covey, Maslow mengakui bahwa aktualisasi diri (self actualization) bukanlah kebutuhan tertinggi. Namun masih ada lagi yang lebih tinggi, yaitu self transcendence atau hidup itu mempunyai suatu tujuan yang lebih tinggi dari dirinya. Mungkin yang dimaksud Maslow adalah kebutuhan mencapai tujuan hidup bertuhan dan beragama, atau yang sekarang lebih dikenal sebagai kebutuhan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, jika saja Maslow memahami Ramadan, niscaya teorinya akan benar-benar berubah. Tujuan tertinggi manusia hidup sejatinya adalah self transcedence. Membersihkan nurani, membebaskan keinginan negatif dan mendamba perjumpaan hakiki dengan Yang Kuasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-1599313561743406927?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/1599313561743406927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/08/andai-maslow-memahami-ramadan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1599313561743406927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1599313561743406927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/08/andai-maslow-memahami-ramadan.html' title='Andai Maslow Memahami Ramadan'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-8904332868233080328</id><published>2009-08-26T02:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T02:31:27.951-07:00</updated><title type='text'>Buah Itu Bernama Cinta Muhammad</title><content type='html'>Sebelumnya kita membahas tentang begitu selarasnya ajaran nabi kita Muhammad SAW dengan ilmu-ilmu modern. Kita juga belajar tentang kekuatan keyakinan. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah menyampaikan strategic vision-nya kepada para sahabat, visi itu adalah "Kita akan menaklukkan Parsi dan Romawi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kabar itu bocor dan tersebar sampai terdengar masyarakat kafir Qurais. Mereka pun mengejek Nabi sampai suatu ketika Rasulullah Muhammad bertemu mereka di depan Ka'bah. Apa yang disampaikan Nabi menjawab ejekan mereka, "Al Yauma awil Ghod". Tunggu saja kalian akan melihat kemenangan itu, hari ini atau besok hari! Begitu yakinnya Rasul mendeklarasikan keyakinannya padahal kaum muslimin saat itu baru berjumlah empat puluh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Februari lalu syukur Alhamdulillah Allah memberi kesempatan saya melanjutkan usia, yang keempat puluh satu tepatnya. Saya juga berterima kasih atas doa sobat zakat semua, semoga tidak ada yang bertambah pada diri saya selain keshalehan dan rezeki yang berkah dan melimpah. Sejak kecil saya selalu suka membaca kisah atau profil tokoh-tokoh besar peradaban, dan rasanya setiap kesuksesan mereka yang tergores indah dalam catatan sejarah setiap kemuliaannya selalu ada dalam pribadi Rasulullah Muhammad SAW. Dengan kata lain jika kita mau mempelajari dan mampu berlatih untuk meneladani kepribadian Nabi pada dasarnya telah merangkum seluruh keluarbiasaan sifat, sikap, dan seluruh hal baik dari semua tokoh besar di dunia. Lalu apa hubungannya dengan usia saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ayat memonumenkan kemuliaan Rasulullah SAW, "Wa innaka la'ala khuluqin 'azhim" (QS. Al-Qalam: 4),  banyak penerjemah yang mengartikan ayat ini sebagai, "Dan engkau itu wahai Muhammad, benar-benar memiliki budi pekerti yang agung. Padahal sebenarnya kandungannya sungguh lebih dahsyat dari ini, menjadi "Dan engkau itu wahai Muhammad, sungguh berada di atas seluruh akhlak/budi pekerti yang agung". Maknanya apa? Jadi seluruh dan segala macam akhlak mulia lagi agung semua ?tunduk' pada kemuliaan Rasul Muhammad SAW. Semua akhlak mulia tak hanya terkumpul dalam pribadinya namun bahkan jika ?dipersonifikasi' menjadi makhluk, akhlak-akhlak tadi hormat karena begitu agungnya beliau. Posisi Nabi berada di atas semua sifat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu apa manfaatnya jika kita meneladani Rasulullah SAW?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempelajari dan meneladani Rasul sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, kita bisa temukan begitu banyak yang menulis sejarah Muhammad adalah nonmuslim. Dan tidak dipungkiri mereka yang mempelajari dan meneladani akan juga mendapat buah kemuliaan dari pribadinya. Menjadi sukses dalam berbisnis misalnya, sukses menjadi pemimpin negara, sukses mengelola emosi dan relasi dan buah manfaat lainnya. Dalam konteks ini mereka mendapatkan "Fadhilah" atau buah manfaat dari berilmu pengetahuan. Dan sungguh kita berharap mereka yang sudah begitu mencintai Muhammad tak sekadar berhenti sebagai Mohammedian tapi secara kaaffah menggenapkannya sebagai muslim. Disinilah peran penting iman sebagai penyempurna peneladanan (ittiba') kita kepada Rasulullah Muhammad SAW. Sebagaimana memang salah satu rukun iman adalah iman kepada para Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan di atas, apa saja manfaat kita meneladani Rasulullah? Yang jelas kita akan mendapatkan 2 manfaat kebaikan; kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.Edisi kali ini mari kita cermati apa saja yang akan kita raih di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Kecintaan Allah SWT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya Allah akan mencintai orang yang mencintai siapa saja yang dicintai-Nya mulai para Rasul, para Anbiyya, para ulama, hamba-hamba Allah yang jujur, para syuhada, dan hamba-hamba Allah yang shaleh.&lt;br /&gt;Sama halnya ketika kita berbisnis, saat kita mencintai karyawan kita, memberikan penghargaan terbaik pada mereka tentu keluarganyapun akan juga memberikan kecintaannya dan penghormatannya kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Rahmat Allah SWT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menerjemahkan dengan banyak makna tapi yang pasti mendapat rahmat pasti sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Jika ditanya, apa sih hadiah terbesar yang paling Anda inginkan? Rumah tipe 21 (dua hektare satu rumah)? Mercy S-Class, saham terbesar di Burj Al Dubai....atau Surga? Jika yang terakhir, mungkin inilah definisi rahmat terbesar ... "Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta'ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar)." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Hidayah Allah SWT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hidayah atau petunjuk datang berjenjang. Ada yang merasa sedih jika sudah azan masih ?terjebak' pada rapat atau jadwal pejabat tapi ada yang biasa saja. Ada yang menyesal kecapekan sehingga tak mampu bangun salat malam, ada yang bisa bangun salat shubuh tepat waktu saja sudah bahagia. Karenanya mari kita minta hidayah agar terus ditambahkan kepada kita. Tidak hanya hidayah untuk ?benar' secara spiritual namun juga hidayah dalam makna petunjuk untuk dapat sukses di dunia, dalam berkarier, berbisnis, membangun keluarga, timwork dan sebagainya. Dengan mencintai Rasulullah SAW sebenarnya kita sedang membaca petunjuk atau kiat sukses menuju target cita-cita yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Harga Diri (Izzah)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mari kita pelajari kepribadian Nabi, apakah pernah merasa pesimis, berkompromi pada kepengecutan dan hal-hal lain yang merendahkan harga diri? Tentu tidak! Seperti riwayat di awal tadi dalam jumlah sedikit saja beliau berani lantang menaklukkan Parsi dan Romawi, dua imperium terbesar saat itu. Buah itulah yang akan kita dapatkan dengan meneladani akhlak Rasul. Apa puncak harga diri yang bisa kita contohkan saat ini: Menolak agresi Israel di sidang PBB, istiqomah menolak korupsi, disiplin tepat waktu, bangga dengan produk Indonesia .... silakan Anda isi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Kemenangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menang pasti ada pertarungan, ada perlombaan. Saat ini apakah kita sedang ?bersantai' untuk perlombaan kelas teri atau sedang berjibaku dalam perjuangan panjang, keras dan saling  mengalahkan? Kiasan ini untuk mengingatkan apakah kita sadar bahwa sejatinya kita sedang berperang? Melawan kondisi umat Islam tak kunjung ?cerdas', melawan agresi pikiran negatif yang mengajak pada hura-hura atau sebaliknya menikmati kemelaratan? Melawan ideologi yang menjauhkan kita pada Dien Islam kita. Karenanya untuk meraih kemenangan sejati kita harus terus bersemangat melakukan produktivitas. Jika kondisi saat ini kita merasa biasa saja, aman-aman saja..wah sepertinya semangat menjadi pemenang itu tidak ada. Kalau begitu tutup buku saja dan yang pasti Rasulullah SAW tidak akan tersenyum puas kepada kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari semakin kita cintai Rasul! Semua teknik, taktik dan strategi kemenangan dan kemuliaan ada semua pada pribadinya. Maka sering-seringlah kita bergaul dengan orang-orang yang selalu mencintainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;em&gt;Abu Syauqi&lt;br /&gt;Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Rumah Zakat Indonesia&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-8904332868233080328?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/8904332868233080328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/08/buah-itu-bernama-cinta-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/8904332868233080328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/8904332868233080328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/08/buah-itu-bernama-cinta-muhammad.html' title='Buah Itu Bernama Cinta Muhammad'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-7637155004123852350</id><published>2009-08-25T23:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T00:13:12.609-07:00</updated><title type='text'>Memilih Pasangan Idaman</title><content type='html'>Terikatnya jalinan cinta dua orang insan dalam sebuah pernikahan adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam syariat Islam yang mulia ini. Bahkan kita dianjurkan untuk serius dalam permasalahan ini dan dilarang menjadikan hal ini sebagai bahan candaan atau main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan ruju.’” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali An Nasa’i. &lt;br /&gt;Dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup, insya Allah. Jika demikian, merupakan salah satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sayang, anjuran ini sudah semakin diabaikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Sebagian mereka terjerumus dalam perbuatan maksiat seperti pacaran dan semacamnya, sehingga mereka pun akhirnya menikah dengan kekasih mereka tanpa memperhatikan bagaimana keadaan agamanya. Sebagian lagi memilih pasangannya hanya dengan pertimbangan fisik. Mereka berlomba mencari wanita cantik untuk dipinang tanpa peduli bagaimana kondisi agamanya. Sebagian lagi menikah untuk menumpuk kekayaan. Mereka pun meminang lelaki atau wanita yang kaya raya untuk mendapatkan hartanya. Yang terbaik tentu adalah apa yang dianjurkan oleh syariat, yaitu berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup serta menimbang anjuran-anjuran agama dalam memilih pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami dan istri dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Taat kepada Allah dan Rasul-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kriteria yang paling utama dari kriteria yang lain. Maka dalam memilih calon pasangan hidup, minimal harus terdapat satu syarat ini. Karena Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan taqwa adalah menjaga diri dari adzab Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka hendaknya seorang muslim berjuang untuk mendapatkan calon pasangan yang paling mulia di sisi Allah, yaitu seorang yang taat kepada aturan agama. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pun menganjurkan memilih istri yang baik agamanya,&lt;br /&gt;تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,&lt;br /&gt;إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, maka ilmu agama adalah poin penting yang menjadi perhatian dalam memilih pasangan. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh-Nya? Dan disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama. Karena salah satu tanda orang yang diberi kebaikan oleh Allah adalah memiliki pemahaman agama yang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Al Kafa’ah (Sekufu)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan sekufu atau al kafa’ah -secara bahasa- adalah sebanding dalam hal kedudukan, agama, nasab, rumah dan selainnya (Lisaanul Arab, Ibnu Manzhur). Al Kafa’ah secara syariat menurut mayoritas ulama adalah sebanding dalam agama, nasab (keturunan), kemerdekaan dan pekerjaan. (Dinukil dari Panduan Lengkap Nikah, hal. 175). Atau dengan kata lain kesetaraan dalam agama dan status sosial. Banyak dalil yang menunjukkan anjuran ini. Di antaranya firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Bukhari pun dalam kitab shahihnya membuat Bab Al Akfaa fid Diin (Sekufu dalam agama) kemudian di dalamnya terdapat hadits,&lt;br /&gt;تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hikmah dari anjuran ini adalah kesetaraan dalam agama dan kedudukan sosial dapat menjadi faktor kelanggengan rumah tangga. Hal ini diisyaratkan oleh kisah Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dinikahkan dengan Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha. Zainab adalah wanita terpandang dan cantik, sedangkan Zaid adalah lelaki biasa yang tidak tampan. Walhasil, pernikahan mereka pun tidak berlangsung lama. Jika kasus seperti ini terjadi pada sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apalagi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Menyenangkan jika dipandang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang telah disebutkan, membolehkan kita untuk menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria memilih calon pasangan. Karena paras yang cantik atau tampan, juga keadaan fisik yang menarik lainnya dari calon pasangan hidup kita adalah salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga. Maka mempertimbangkan hal tersebut sejalan dengan tujuan dari pernikahan, yaitu untuk menciptakan ketentraman dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan di antara tanda kekuasaan Allah ialah Ia menciptakan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram denganya.” (QS. Ar Ruum: 21)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan 4 ciri wanita sholihah yang salah satunya,&lt;br /&gt;وان نظر إليها سرته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika memandangnya, membuat suami senang.” (HR. Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Islam menetapkan adanya nazhor, yaitu melihat wanita yang yang hendak dilamar. Sehingga sang lelaki dapat mempertimbangkan wanita yang yang hendak dilamarnya dari segi fisik. Sebagaimana ketika ada seorang sahabat mengabarkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia akan melamar seorang wanita Anshar. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;أنظرت إليها قال لا قال فاذهب فانظر إليها فإن في أعين الأنصار شيئا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sudahkah engkau melihatnya?” Sahabat tersebut berkata, “Belum.” Beliau lalu bersabda, “Pergilah kepadanya dan lihatlah ia, sebab pada mata orang-orang Anshar terdapat sesuatu.” (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Subur (mampu menghasilkan keturunan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah dari pernikahan adalah untuk meneruskan keturunan dan memperbanyak jumlah kaum muslimin dan memperkuat izzah (kemuliaan) kaum muslimin. Karena dari pernikahan diharapkan lahirlah anak-anak kaum muslimin yang nantinya menjadi orang-orang yang shalih yang mendakwahkan Islam. Oleh karena itulah, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih calon istri yang subur,&lt;br /&gt;تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani dalam Misykatul Mashabih)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan ini juga sebagian fuqoha (para pakar fiqih) berpendapat bolehnya fas-khu an nikah (membatalkan pernikahan) karena diketahui suami memiliki impotensi yang parah. As Sa’di berkata: “Jika seorang istri setelah pernikahan mendapati suaminya ternyata impoten, maka diberi waktu selama 1 tahun, jika masih dalam keadaan demikian, maka pernikahan dibatalkan (oleh penguasa)” (Lihat Manhajus Salikin, Bab ‘Uyub fin Nikah hal. 202)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kriteria Khusus untuk Memilih Calon Suami&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Khusus bagi seorang muslimah yang hendak memilih calon pendamping, ada satu kriteria yang penting untuk diperhatikan. Yaitu calon suami memiliki kemampuan untuk memberi nafkah. Karena memberi nafkah merupakan kewajiban seorang suami. Islam telah menjadikan sikap menyia-nyiakan hak istri, anak-anak serta kedua orang tua dalam nafkah termasuk dalam kategori dosa besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun membolehkan bahkan menganjurkan menimbang faktor kemampuan memberi nafkah dalam memilih suami. Seperti kisah pelamaran Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha:&lt;br /&gt;عن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها قالت‏:‏ أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت‏:‏ إن أبا الجهم ومعاوية خطباني‏؟‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏‏”‏أما معاوية، فصعلوك لا مال له ، وأما أبوالجهم، فلا يضع العصا عن عاتقه‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Adapun Mu’awiyah adalah orang fakir, ia tidak mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya”.” (HR. Bukhari-Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merekomendasikan Muawiyah radhiyallahu ‘anhu karena miskin. Maka ini menunjukkan bahwa masalah kemampuan memberi nafkah perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebutuhan akan nafkah ini jangan sampai dijadikan kriteria dan tujuan utama. Jika sang calon suami dapat memberi nafkah yang dapat menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya kelak itu sudah mencukupi. Karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah (menyukuri apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;تعس عبد الدينار، والدرهم، والقطيفة، والخميصة، إن أعطي رضي، وإن لم يعط لم يرض&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah.” (HR. Bukhari).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bukan juga berarti calon suami harus kaya raya. Karena Allah pun menjanjikan kepada para lelaki yang miskin yang ingin menjaga kehormatannya dengan menikah untuk diberi rizki.&lt;br /&gt;وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An Nur: 32)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kriteria Khusus untuk Memilih Istri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bukti bahwa wanita memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam adalah bahwa terdapat anjuran untuk memilih calon istri dengan lebih selektif. Yaitu dengan adanya beberapa kriteria khusus untuk memilih calon istri. Di antara kriteria tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Bersedia taat kepada suami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (QS. An Nisa: 34)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepatutnya seorang pemimpin untuk ditaati. Ketika ketaatan ditinggalkan maka hancurlah ‘organisasi’ rumah tangga yang dijalankan. Oleh karena itulah, Allah dan Rasul-Nya dalam banyak dalil memerintahkan seorang istri untuk taat kepada suaminya, kecuali dalam perkara yang diharamkan. Meninggalkan ketaatan kepada suami merupakan dosa besar, sebaliknya ketaatan kepadanya diganjar dengan pahala yang sangat besar.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al Albani)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang muslim hendaknya memilih wanita calon pasangan hidupnya yang telah menyadari akan kewajiban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Menjaga auratnya dan tidak memamerkan kecantikannya kecuali kepada suaminya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbusana muslimah yang benar dan syar’i adalah kewajiban setiap muslimah. Seorang muslimah yang shalihah tentunya tidak akan melanggar ketentuan ini. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’” (QS. Al Ahzab: 59)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengabarkan dua kaum yang kepedihan siksaannya belum pernah beliau lihat, salah satunya adalah wanita yang memamerkan auratnya dan tidak berbusana yang syar’i. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;نساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤسهن كأسنة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wanita yang berpakaian namun (pada hakikatnya) telanjang yang berjalan melenggang, kepala mereka bergoyang bak punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan bahkan mencium wanginya pun tidak. Padahal wanginya surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil-dalil yang ada, para ulama merumuskan syarat-syarat busana muslimah yang syar’i di antaranya: menutup aurat dengan sempurna, tidak ketat, tidak transparan, bukan untuk memamerkan kecantikan di depan lelaki non-mahram, tidak meniru ciri khas busana non-muslim, tidak meniru ciri khas busana laki-laki, dll.&lt;br /&gt;Maka pilihlah calon istri yang menyadari dan memahami hal ini, yaitu para muslimah yang berbusana muslimah yang syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Gadis lebih diutamakan dari janda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar menikahi wanita yang masih gadis. Karena secara umum wanita yang masih gadis memiliki kelebihan dalam hal kemesraan dan dalam hal pemenuhan kebutuhan biologis. Sehingga sejalan dengan salah satu tujuan menikah, yaitu menjaga dari penyaluran syahawat kepada yang haram. Wanita yang masih gadis juga biasanya lebih nrimo jika sang suami berpenghasilan sedikit. Hal ini semua dapat menambah kebahagiaan dalam pernikahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;عليكم بالأبكار ، فإنهن أعذب أفواها و أنتق أرحاما و أرضى باليسير&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Menikahlah dengan gadis, sebab mulut mereka lebih jernih, rahimnya lebih cepat hamil, dan lebih rela pada pemberian yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Al Albani)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak mengapa menikah dengan seorang janda jika melihat maslahat yang besar. Seperti  sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang menikah dengan janda karena ia memiliki 8 orang adik yang masih kecil sehingga membutuhkan istri yang pandai merawat anak kecil, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyetujuinya (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Nasab-nya baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan kepada seseorang yang hendak meminang seorang wanita untuk mencari tahu tentang nasab (silsilah keturunan)-nya.&lt;br /&gt;Alasan pertama, keluarga memiliki peran besar dalam mempengaruhi ilmu, akhlak dan keimanan seseorang. Seorang wanita yang tumbuh dalam keluarga yang baik lagi Islami biasanya menjadi seorang wanita yang shalihah.&lt;br /&gt;Alasan kedua, di masyarakat kita yang masih awam terdapat permasalahan pelik berkaitan dengan status anak zina. Mereka menganggap bahwa jika dua orang berzina, cukup dengan menikahkan keduanya maka selesailah permasalahan. Padahal tidak demikian. Karena dalam ketentuan Islam, anak yang dilahirkan dari hasil zina tidak di-nasab-kan kepada si lelaki pezina, namun di-nasab-kan kepada ibunya. Berdasarkan hadits,&lt;br /&gt;الوَلَدُ لِلْفِرَاشِ ، وَلِلْعَاهِرِ الْحَجْرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Anak yang lahir adalah milik pemilik kasur (suami) dan pezinanya dihukum.” (HR. Bukhari)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang mulia ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menetapkan anak tersebut di-nasab-kan kepada orang yang berstatus suami dari si wanita. Me-nasab-kan anak zina tersebut kepada lelaki pezina menyelisihi tuntutan hadits ini.&lt;br /&gt;Konsekuensinya, anak yang lahir dari hasil zina, apabila ia perempuan maka suami dari ibunya tidak boleh menjadi wali dalam pernikahannya. Jika ia menjadi wali maka pernikahannya tidak sah, jika pernikahan tidak sah lalu berhubungan intim, maka sama dengan perzinaan. Iyyadzan billah, kita berlindung kepada Allah dari kejadian ini.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, seorang lelaki yang hendak meminang wanita terkadang perlu untuk mengecek nasab dari calon pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan oleh seorang muslim yang hendak menapaki tangga pernikahan. Nasehat kami, selain melakukan usaha untuk memilih pasangan, jangan lupa bahwa hasil akhir dari segala usaha ada di tangan Allah ‘Azza Wa Jalla. Maka sepatutnya jangan meninggalkan doa kepada Allah Ta’ala agar dipilihkan calon pasangan yang baik. Salah satu doa yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan shalat Istikharah. Sebagaimana hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,&lt;br /&gt;إذا هم أحدكم بأمر فليصلِّ ركعتين ثم ليقل : ” اللهم إني أستخيرك بعلمك…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika kalian merasa gelisah terhadap suatu perkara, maka shalatlah dua raka’at kemudian berdoalah: ‘Ya Allah, aku beristikharah kepadamu dengan ilmu-Mu’… (dst)” (HR. Bukhari)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shaalihat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;1. Al Wajiz Fil Fiqhi As Sunnah Wal Kitab Al Aziz Bab An Nikah, Syaikh Abdul Azhim Badawi Al Khalafi, Cetakan ke-3 tahun 2001M, Dar Ibnu Rajab, Mesir&lt;br /&gt;2. Panduan Lengkap Nikah dari A sampai Z, terjemahan dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif ilal Ya, Usamah Bin Kamal bin Abdir Razzaq, Cetakan ke-7 tahun 2007, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor&lt;br /&gt;3. Bekal-Bekal Menuju Pelaminan Mengikuti Sunnah, terjemahan dari kitab Al Insyirah Fi Adabin Nikah, Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini, Cetakan ke-4 tahun 2002, Pustaka At Tibyan, Solo&lt;br /&gt;4. Manhajus Salikin Wa Taudhihul Fiqhi fid Diin, Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As Sa’di, Cetakan pertama tahun 1421H, Darul Wathan, Riyadh&lt;br /&gt;5. Az Zawaj (e-book), Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin, http://attasmeem.com&lt;br /&gt;6. Artikel “Status Anak Zina“, Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. , http://ustadzkholid.com/fiqih/status-anak-zina/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-7637155004123852350?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/7637155004123852350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/08/memilih-pasangan-idaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/7637155004123852350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/7637155004123852350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/08/memilih-pasangan-idaman.html' title='Memilih Pasangan Idaman'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-7167561131395371434</id><published>2009-07-18T08:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T08:29:48.610-07:00</updated><title type='text'>BUSANA MUSLIM DHILA COLLECTION: Cara Pembayaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://dhilacollection.blogspot.com/2009/06/cara-pembayaran.html"&gt;BUSANA MUSLIM DHILA COLLECTION: Cara Pembayaran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-7167561131395371434?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dhilacollection.blogspot.com/2009/06/cara-pembayaran.html' title='BUSANA MUSLIM DHILA COLLECTION: Cara Pembayaran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/7167561131395371434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/07/busana-muslim-dhila-collection-cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/7167561131395371434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/7167561131395371434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/07/busana-muslim-dhila-collection-cara.html' title='BUSANA MUSLIM DHILA COLLECTION: Cara Pembayaran'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-3087006593036648146</id><published>2009-06-17T11:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:55:58.115-07:00</updated><title type='text'>Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah</title><content type='html'>Muhammad Rosululloh saw bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh tidak memberi kepadaku pengganti isteri yang lebih baik dari dia (Khodijahr.a).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia beriman kepadaku di kala semua orang mengingkari kenabianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membenarkan kenabianku di kala semua orang mendustakan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyantuni diriku dengan hartanya, dikala semua orang tidak mau menolongku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui dia Alloh menganugrahkan anak kepadaku, tidak dari isteri yang lain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum Khodijah bertemu dengan Muhammad,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pernah bermimpi, Khodijah bermimpi kejatuhan Matahari. Sinarnya menghanguskan semua rumah penduduk Mekkah, kecuali satu dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu ditanyakan pada pamannya yang ahli mimpi, Waroqah bin Nufal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gerangan maksud dari mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Paman berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Engkau akan mendampingi Nabi akhir jaman?,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?dari negeri manakah ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Makkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Suku apa ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Suku Quraisy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Keturunan siapa ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Bani Hasyim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Siapakah namanya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Ia bernama Muhammad?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Khodijah gundah, gelisah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Benarkah ? benarkah ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan itu kini mengganggu hari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, sejak saat itu, ada harapan pada diri Khodijah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia menunggu terpenuhinya nubuwat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa banyak para pemuka suku di jazirah Arab yang mencoba melamarnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ditolak olehnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Ada yang kutunggu?, gumamnya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai satu ketika,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didengarnya dari kalangan Quraisy,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda yang terkenal paling dapat dipercaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Muhammad Al-Amin?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khodijah gelisah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Diakah yang dulu hadir dalam perlambang mimpiku ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Diakah sang matahari dan sang Bulan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Muhammad ? anta samsum anta badrun ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu tholib paman Muhammad satu waktu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Anakku, aku bukan orang berpunya. Keadaan makin menekan kita juga. Aku mendengar bahwa Khodijah mengupah orang dengan dua ekor anak unta. Tapi aku tidak setuju kalau akan mendapatkan upah semacam itu juga. Setujukah kau kalau hal ini kubicarakan dengan dia ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah paman?, jawab Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Tholib-pun mengunjungi Khodijah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Khodijah, setujukah kau mengupah Muhammad ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Aku mendengar engkau mengupah orang dengan dua ekor anak unta. Tapi buat Muhammad aku tidak setuju kurang dari empat ekor?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khodijah menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kalau permintaanmu itu buat orang yang jauh dan tidak kusukai, akan kukabulkan, apalagi buat orang yang dekat dan kusukai?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Muhammad dengan diiringi oleh Maisaro, budak Khodijah, berangkat ke Syam guna berdagang barang milik Khodijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khodijah berpesan pada Maisaro, agar benar-benar memperhatikan Muhammad, jangan sampai ada kekurang apapun, dan dimintanya ia melayani Muhammad sebagaimana ia melayani Khodijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maisaro mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengantar keberangkatan Muhammad dan Maisaro,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khodijah seolah melepas hatinya mengikuti mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa-rasa aneh yang tidak enak di dada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getar-getar perasaan yang aneh seolah terikut bersama berangkatnya Muhammad ke Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari telah berlalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khodijah dengan gelisah menunggu di rumahnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dilihatnya di depan rumah, siapa tahu Muhammad sudah datang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam kini yang terbayang wajah Muhammad al Amin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?duhai, apa gerangan yang sudah terjadi ? Mengapakah aku jadi begini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benarkah ia Nabi yang akan kudampingi, ataukah ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar !, kerinduan telah menguasai hati Khodijah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan yang tulus, kasih sayang yang tulus,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mengharap adanya pertemuan segera dengan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Khodijah sedang berada di ruang atas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejauhan, tampak Muhammad bersama beberapa barang untuk Khodijah dan untanya perlahan-lahan datang menuju Khodijah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir berteriak Khodijah karena senang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam yang menyiksa sebab rindunya kini seolah mendapat siraman air yang segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersegera, dengan sedikit berlari, Khodijah turun dari sotoh (ruang atas) untuk menemui Muhammad yang dirindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad menceritakan pengalamannya di Syam dan berita tentang perdagangannya dengan bahasa yang halus dan fasih, serta laba yang diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, Maisaroh datang menyusul di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Maisyaroh inilah, Khodijah mendengarkan cerita selama Muhammad di perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sampai disebuah perhentian, dekat sebuah gereja, kami dihentika oleh seorang utusan pendeta, kemudian kami dipersilakan masuk ke dalam rumah sang pendeta, sementara Muhammad berteduh disebuah pohon?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sang pendeta bertanya, masih adakah rombonganmu yang belum masuk ke sini ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Ada?, jawabku. ?Dia Muhammad al ?Amin dari suku Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Mendengar itu?, cerita Maisyaroh pada Khodijah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?sang pendeta berlari keluar sendiri menemui Muhammad. Dan kemudian ia menangis di depan Muhammad. Dari jauh aku mendengar ia berkata,?Engkaulah Nabi yang dijanjikan?engkaulah Nabi yang dijanjikan?Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Alloh dan engkau Muhammad adalah Rosululloh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kemudian pendeta itu menghampiri aku dan berkata kepadaku?, kata Maisaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Segeralah kembali ke Mekkah, jangan sampai orang Yahudi tahu keberadaan Muhammad, jagalah ia dengan baik, ia adalah Nabi akhir jaman. Lihatlah itu?,?sang pendeta itu menunjukkan awan putih yang ada di atas kepala Muhammad dan selalu melindungi Muhammad, mengikuti kemana Muhammad bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita itu, Khodijah menangis terharu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sayangnya kini berubah menjadi rasa cinta yang tulus,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Dialah sang Matahari, dialah sang Bulan Purnama?, gumamnya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini perasaan gelisahnya semakin bertambah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Bagaimana Muhammad sendiri ? Maukah ia nikah dengan dirinya yang sudah berusia diatasnya ? Bagaimana pandangan orang-orang Quraisy ? para pemuka-pemuka suku yang pernah ditolaknya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dirinya, Khodijah seolah merasa tak pantas bersanding dengan Muhammad,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang tampan, paling bisa dipercaya, tutur kata, budi pekertinya halus, akhlaknya terpuji.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebingungan-demi kebingungan melandanya, antara keinginannya dengan pemikirannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara kerinduannya dengan kenyataannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara kecintaannya pada Muhammad dengan ketidak tahuannya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabatnya Nufaisa datang pada Khodijah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada dialah Khodijah menumpahkan perasaan gundah gelisahnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Biarlah aku saja yang menanyakan pada Muhammad?, kata Maisaro untuk membantu Khodijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nufaisa mendatangi tempat Muhammad dan bertanya kepadanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kenapa engkau tidak mau nikah ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Aku tidak punya apa-apa sebagai persiapan pernikahan?, jawab Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kalau itu disediakan dan yang melamarmu cantik, orang terhormat, terpandang dan memenuhi syaratmu, tidakkah engkau terima ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Siapa itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Khodijah?, jawab Nufaisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Dengan cara bagaimana ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Serahkan padaku?, jawab nufaisa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, dengan dihadiri orang-orang dekat Muhammad dan Khodijah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mas kawin dua puluh ekor unta Muda, Muhammad melangsungkan ijab qobul dengan Khodijah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-3087006593036648146?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/3087006593036648146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/pernikahan-rosululloh-saw-dengan-siti.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/3087006593036648146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/3087006593036648146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/pernikahan-rosululloh-saw-dengan-siti.html' title='Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-4992447581943710325</id><published>2009-06-17T11:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:44:24.162-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Puisi ; Aku akan menikah</title><content type='html'>Aku akan menikah&lt;br /&gt;Tahun ini juga&lt;br /&gt;Meski belum ada tanda darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menikah&lt;br /&gt;Bulan ini juga&lt;br /&gt;Meski belum jelas kepastian darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap ingin menikah&lt;br /&gt;Meski banyak hal yang masih samar&lt;br /&gt;Aku akan selalu optimis&lt;br /&gt;Karena keyakinan yang kan membuktikan&lt;br /&gt;Suatu saat ku pasti kan menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Qur¢an Saja,&lt;br /&gt;Ketika kita merasa jenuh&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja, bisa hilang jenuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita merasa sepi&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja, bisa hilang rasa sepinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita tak bergairah&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja, bisa semangat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu terasa membosankan&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja, bisa jadi lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita kebingungan memutuskan sesuatu&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja, bisa lebih tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak ketidaknyamanan dalam hati kita rasakan&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja, beda rasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja bisa merubah semuanya&lt;br /&gt;Bisa buat diri jadi lebih baik&lt;br /&gt;Bisa buat diri jadi yang terbaik&lt;br /&gt;Bisa menghantarkan diri ke kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Qur¢an saja sudah begitu berarti&lt;br /&gt;Belum menghapalkannya&lt;br /&gt;Apalagi mengamalkannya&lt;br /&gt;Subhanallah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir..... . pasrah saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku datang ke sebuah undangan silaturahmi&lt;br /&gt;Ku pikir calon suamiku ada di sana&lt;br /&gt;Ternyata tidak ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku gabung ke dalam kegiatan tarbiyah&lt;br /&gt;Ku pikir calon suamiku ada di situ&lt;br /&gt;Ternyata tidak ada juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku ta¢aruf&lt;br /&gt;Ku pikir dia calon suamiku&lt;br /&gt;Ternyata bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala upaya tlah dikerahkan&lt;br /&gt;Ketika berbagai ikhtiar tlah dilalui&lt;br /&gt;Seolah-olah sudah tidak ada jalan lagi&lt;br /&gt;Ya sudah, pasrah saja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Engkau, ya Robb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robb, aku mohon pada Mu&lt;br /&gt;Karena ku tahu hanya Engkau&lt;br /&gt;Yang paling bisa kupercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sayangnya Engkau padaku&lt;br /&gt;Engkau sengaja menunda masa khitbahku&lt;br /&gt;Karena Engkau ingin aku dekat dengan Mu&lt;br /&gt;Hanya dengan Mu saja.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau sengaja menunda hari bahagia itu&lt;br /&gt;Karena Engkau tahu&lt;br /&gt;Kesendirianku membuat diriku&lt;br /&gt;Akan semakin mengingat Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Robb...&lt;br /&gt;Engkau memang segalanya bagiku&lt;br /&gt;Dan akan selalu begitu&lt;br /&gt;Sampai tidak ada batas waktu&lt;br /&gt;Bahkan jika akhirnya hari yang kutunggu itu datang&lt;br /&gt;Aku akan tetap memohon&lt;br /&gt;Semoga Kau jodohkan aku dengan seorang&lt;br /&gt;Yang buat aku makin mudah tuk dekat dengan Mu&lt;br /&gt;Lebih mudah untuk istiqomah di jalan Mu&lt;br /&gt;Lebih banyak kebaikan yang kutebarkan&lt;br /&gt;Lebih banyak manfaat yang kupersembahkan&lt;br /&gt;Demi Engkau, ya Robb&lt;br /&gt;Aamiin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas, Sabar, Ridho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan itu datang dalam hatiku&lt;br /&gt;Disaat ku nanti khitbahnya&lt;br /&gt;Kesabaran hadir dalam hatiku&lt;br /&gt;Di saat ku tunggu kepastiannya&lt;br /&gt;Keridhoan itu ada dalam hatiku&lt;br /&gt;Ketika sampai sekarang belum ada kejelasan darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan, kesabaran, keridhoan&lt;br /&gt;Semuanya itu tak kan pernah muncul di hatiku&lt;br /&gt;Tanpa kehendak Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, semuanya kini terserah pada Mu&lt;br /&gt;Karena ku yakin Engkau tahu jalan yang terbaik&lt;br /&gt;Hanya Engkau yang berhak memberikan yang terbaik&lt;br /&gt;Dan hanya Engkau Maha Menguasai hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat apa tarbiyah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya tarbiyah,&lt;br /&gt;Tapi kenapa selalu mengeluh&lt;br /&gt;Merasa tidak enak, mengeluh&lt;br /&gt;Merasa tidak puas, mengeluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya tarbiyah,&lt;br /&gt;Tapi selalu saja sibuk&lt;br /&gt;Sibuk mengingat kekurangan orang lain&lt;br /&gt;Sibuk menceritakan keburukan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya cuma sekedar curhat&lt;br /&gt;Tidak bermaksud negatif, apa bedanya?&lt;br /&gt;Kalau curhat cuma ke satu orang&lt;br /&gt;Tapi kenapa semua orang jadi tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tarbiyah itu seharusnya menambah ilmu?&lt;br /&gt;Bukankah kita yang bertarbiyah ini seharusnya berilmu?&lt;br /&gt;Bukankah tarbiyah mengajarkan supaya jadi lebih pemaaf?&lt;br /&gt;Bukankah tarbiyah mendidik supaya jadi lebih solutif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata yang penting bukan tarbiyahnya&lt;br /&gt;Tapi kemauan merubah diri ¢tuk selalu menjadi lebih baik&lt;br /&gt;Jadi, buat apa tarbiyah kalau akhirnya orang lain jadi sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah kamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ada di sini, kamu ngga ada&lt;br /&gt;Aku cari kamu di sana, tapi kamu ngga ada&lt;br /&gt;Aku sampai datang ke sana, kamu ngga ada&lt;br /&gt;Aku jauh-jauh ke sana, kamu ngga ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu jauh sih...&lt;br /&gt;Lalu, kapan kita ketemunya?&lt;br /&gt;Maunya aku hari ini juga&lt;br /&gt;Sekarang juga, saat ini juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap kah kamu ?&lt;br /&gt;Walau hanya silaturahmi saja?&lt;br /&gt;Syukur-syukur kalau jadi khitbah&lt;br /&gt;Kalau ngga, tidak jadi masalah, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu takut ditolak?&lt;br /&gt;Kamu masih minder?&lt;br /&gt;Kamu masih mikir finansial?&lt;br /&gt;Kamu masih ragu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti segudang alasan yang akan kamu buat&lt;br /&gt;Pasti banyak alasan yang akan kamu beri&lt;br /&gt;Pasti kamu lagi bingung mana alasan yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah kamu saja...&lt;br /&gt;Yang penting aku sudah kasih kamu kesempatan ikhtiar&lt;br /&gt;Moga ALLAH memudahkan langkah ikhtiar &amp; kemantapan hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-4992447581943710325?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/4992447581943710325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/sebuah-puisi-aku-akan-menikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/4992447581943710325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/4992447581943710325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/sebuah-puisi-aku-akan-menikah.html' title='Sebuah Puisi ; Aku akan menikah'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-9108262083294475364</id><published>2009-06-17T11:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:41:21.204-07:00</updated><title type='text'>9 Gadis Yang Tidak Dinikahi Lelaki</title><content type='html'>Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada&lt;br /&gt;Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaq iq, Mesir dengan judul:&lt;br /&gt;"Kepribadi an Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi&lt;br /&gt;Pernik ahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan&lt;br /&gt;ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Gadis Pencemburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keragu an) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka mengingink an kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritak an atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketund ukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan oran g lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalah an. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Gadis Durhaka&lt;br /&gt;Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupann ya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa mengin ginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh&lt;br /&gt;Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuha n suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang&lt;br /&gt;seharusn ya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Gadis yang Kekanak-kanakkan&lt;br /&gt;Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputu san dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi putra-putran ya, dikarenakan putra -putranya akan menjadi pribadi-p ribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga&lt;br /&gt;Kebany akan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbang kan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerja an membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesr aan, akhirnya timbullah permasa lahan diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Gadis yang Lemah&lt;br /&gt;Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa&lt;br /&gt;memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam&lt;br /&gt;berbagai urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke delapan: Gadis yang membuat was was&lt;br /&gt;Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna&lt;br /&gt;Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanati k buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari: Majalah Qiblati Edisi 11 Tahun II&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-9108262083294475364?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/9108262083294475364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-lelaki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/9108262083294475364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/9108262083294475364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-lelaki.html' title='9 Gadis Yang Tidak Dinikahi Lelaki'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-1054520584132477884</id><published>2009-06-17T11:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:38:55.219-07:00</updated><title type='text'>Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu</title><content type='html'>Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung jawab, setia, akhlaknya memikat, dan sebagainya. Coba bayangin semua ini terjadi pada diri kita, wuah...surga dunia tuh! Siapa sih yang gak mau, iya gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita lanjut usia, rambut mulai satu-persatu rontok, raga pun perlahan rapuh dan sepuh, sang istri atau suami masih tetap setia mendampingi. Saat di pembaringan, ada yang mijitin pundak hingga kitapun tertidur pulas. Saat dingin menyerang rangkulan kekasih pun semakin erat, bersama saling menopang saat kaki-kaki kita semakin melemah. Kalau sedih ada yang menghibur, saat senang, apalagi, wuah...uendah nian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut Hasan Al Banna, waktu itu adalah kehidupan, ia tak pernah berhenti sesaatpun, seiring waktu berlalu, istri semakin keriput dan endut. Tapi menurut sang suami, "Istriku masih yang tercantik," sementara suami pun perutnya udah buncit, tapi menurut sang istri, "Engkaulah satu-satunya Pangeran dalam istana hatiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran Allah SWT pun selalu tampak di dalam rumah tangga. Setiap anggota keluarga melakukan sholat berjamaah, qiyamullail, membaca Al Qur'an, tasbih, tahmid, saling bertausyiah, bermaafan, menasehati, dan mengingatkan. Inilah hasil dari sepasang anak manusia yang menikah karena ingin mengharapkan ridho-Nya dan cita-cita Islam serta kemegahan ajaran-Nya. Inilah dia surga yang disegerakan sebelum surga yang kekal abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua diatas adalah harapan setiap pasangan. Namun, tak jarang juga ditemukan dalam suatu keluarga yang terjadi adalah sebaliknya. Dari istri yang dibilang gak pinter mengatur rumah tangga, menjaga anak, atau suami yang selalu pulang malam tak peduli dengan anak dan istri, dan macam-macam lagi. Kata nista, kata-kata yang nyelekit, tuduhan, makian bahkan saling memukul, bisa juga terjadi pada sebuah keluarga, yang gini nih sepet banget! Rumah tangga serasa bagai hidup di neraka, tak ada ketenangan apalagi kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang ya, segala sesuatu itu bisa tak seindah bayangan semula. Ada bunga-bunga indah, namun cukup banyak juga onak dan duri yang siap menghadang. Karena itu, berbagai masalah kehidupan dalam lembaga pernikahan harus dihadapi secara realistis oleh setiap pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi hidup di zaman seperti sekarang ini memang tak mudah, namun Al Qur'an memberikan arahan dalam kehidupan berumah tangga, *".... dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik....** [QS Ath Thalaaq: 6] *"..... *dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." **[QS An Nisaa': 19] *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti gading, tak ada yang tak retak, begitu juga manusia, tak ada yang sempurna. Setiap kita pasti ada kekurangannya, bisa saja seorang suami atau istri terlihat mempunyai satu kekurangan, namun kalau dipikir-pikir lebih banyak kelebihannya. Apakah kekurangannya saja yang diperhatikan oleh pasangannya atau kedua-duanya dengan pertimbangan yang adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik dalam kehidupan rumah tangga juga tak jarang menyebabkan banyak pasangan kehilangan cinta yang dulunya mempersatukan mereka, dan Allah SWT juga telah memberikan arahan yang jelas, *"Hai orang-orang mu'min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." **[QS At Taghaabun: 14]*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sesungguhnya dalam kehidupan berkeluarga yang kita harapkan adalah indahnya keampunan Allah dan surga-Nya, juga kasih sayang orang-orang yang terdekat dengan kita, yang setiap hari saling membutuhkan, karena itu 'sayangilah aku (pasangan hidupmu) hingga ujung waktu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai akhi wa ukhti fillah, mari kita saling mendoakan ya, Semoga dengan kita mengambil panduan Al Qur'an dan sunnah Rasul-Nya serta contoh teladan dari keluarga Rasulullah SAW, akan semakin banyak rumah tangga yang tadinya kurang sakinah kembali menjadi sakinah, rumah tangga yang sakinah menjadi lebih sakinah, dan insya Allah pula saudara-saudara yang belum berumah tangga dikabulkan do'anya berupa pasangan hidup yang sholeh atau sholehah, *aamiin allahumma aamiin.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam bi showab,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-1054520584132477884?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/1054520584132477884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1054520584132477884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1054520584132477884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu.html' title='Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-7617927380538139872</id><published>2009-06-17T11:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:34:31.290-07:00</updated><title type='text'>Prinsip-prinsip dasar perkawinan</title><content type='html'>Prinsip-prinsip dasar perkawinan harus diketahui oleh mereka yang sudah mempersiapkan diri dalam jenjang pernikahan, bagi yang belum mempelajarinya juga tidak ada salahnya dan bagi yang sudah menikah akan membuat semakin kokoh perkawinannya. Prinsip itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dalam memilih calon suami/isteri, faktor agama dan akhlak calon pasangan harus menjadi pertimbangan pertama sebelum keturunan, rupa dan harta, sebagaimana diajarkan oleh Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wanita itu dinikahi karena empat pertimbangan, kekayaannya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama niscaya kalian beruntung." (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pilihlah gen bibit keturunanmu, karena darah (kualitas manusia) itu menurun." (H.R. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bahwa nikah atau hidup berumah tangga itu merupakan sunnah Rasul bagi yang sudah mampu. Dalam kehidupan berumah tangga terkandung banyak sekali keutamaan yang bernilai ibadah, menyangkut aktualisasi diri sebagai suami/isteri, sebagai ayah/ibu dan sebagainya. Bagi yang belum mampu disuruh bersabar dan berpuasa, tetapi jika dorongan nikah sudah tidak terkendali padahal ekonomi belum siap, sementara ia takut terjerumus pada perzinaan, maka agama menyuruh agar ia menikah saja, Insya Allah rizki akan datang kepada orang yang memiliki semangat menghindari dosa, entah dari mana datangnya (min haitsu la yahtasib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda:&lt;br /&gt;"Wahai pemuda, barang siapa diantara kalian sudah mampu untuk menikah nikahlah, karena nikah itu dapat mengendalikan mata (yang jalang) dan memelihara kesucian kehormatan (dari berzina), dan barang siapa yang belum siap, hendaknya ia berpuasa, karena puasa bisa menjadi obat (dari dorongan nafsu)." (H.R. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak nikah diantara hamba-hamba sahayamu yang laki dan yang perempuan. Jika mereka fakir, Allah akan memampukan mereka dengan karunia Nya. Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui." (Surat al Nur, 32)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-7617927380538139872?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/7617927380538139872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/prinsip-prinsip-dasar-perkawinan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/7617927380538139872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/7617927380538139872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/prinsip-prinsip-dasar-perkawinan.html' title='Prinsip-prinsip dasar perkawinan'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-1763600816877259793</id><published>2009-06-17T11:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:28:09.220-07:00</updated><title type='text'>Rumah Tanggamu Surgaku</title><content type='html'>Ada beberapa persiapan harus dilakukan bagi para calon mempelai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, soft ware-nya, yakni qolbu kita yang harus selalu yakin kepada Alloh. Karena yang bisa menimbulkan orang stress, tidak menerima kenyataan, sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan karena keyakinan dia yang lemah kepada Alloh. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri kita ini milik alloh. Calon istri kita milik Alloh. Yang mengetahui segala perasaan yang ada pada diri kita adalah Alloh. Yang memerintahkan kita menikah adalah Alloh. Pernikahan terjadi juga dengan ijin Alloh. Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena pertolongan Alloh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kuncinya adalah Alloh. Kalau kita tidak yakin kepada Alloh, kita tidak akan mendapatkan kuncinya. Alloh-lah yang menjanjikan kita berpasang-pasangan. Alloh-lah yang menyuruh kita menikah. Dan nikah itu ibadah, sedang Alloh menyuruh kita ibadah. Kita tidak usah merasa ragu-ragu lagi. Maka kembalikan segalanya kepada Alloh. Kita tidak boleh suudzan . Sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena penampilan kita yang kurang menarik orang tua miskin, pendidikan rendah. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Alloh, sebab wajah kita bukan milik kita, semuanya milik Alloh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,tingkatkan kepribadian kita supaya disukai Alloh. Perbaikilah apapun yang dapat kita lakukan ; akhlak kita, perbuatan kita , tingkah laku kita. Jagalah pandangan, bergaulah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Alloh. Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat seperti, mejeng dan ngeceng. Sebab, sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Alloh. Apa pun yang kita perbuat pastilah disaksikan-Nya. Maka,meningkatkan kualitas diri supaya disukai Alloh adalah hal paling penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan kedewasaan. Karena untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan keemauan, keinginan dan uang. Rumah tangga adalah samudera masalah. Kadang-kadang kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di dunia. Tapi setelah menikah, tidak jarang orang merasa betapa dunia banyak yang cantik, kecuali istrinya. Hal ini harus dikendalikan dengan kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat hanya karena masalah seperti ini. Belum lagi dengan masalah lain yang sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertua kita, adik ipar kita yang tinggal serumah dengan kita, bahkan anak kita sendiri yang masih bayi, misalnya semua bisa berpotensi untuk bermasalah kalau kita tidak dewasa dan arif menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak matang tidak dewasa, tidak arif, ia lebih banyak menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, persiapan ilmu, terutama ilmu agama, kita akan bisa beribadah dan beramal dengan benar. Dan Alloh pun siap menolong kita, kalau kita beribadah dan beramal dengan benar Ilmu agama penting dikuasai supaya kit tahu standar yang benar. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah SAW. Karena memang hanya rumah tangga beliaulah yang menjadi acuan yang tepat dalammenegakan menegakan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari sejarah rumah tangga beliau. Ketika ia pulang ke rumah malam hari, lalu ketika pintunya diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya tertidur. Rasulullah tidak berani membangunkan. Akhirnya ia berbaring di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Tetapi paling tidak kita memiliki standar yang jelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, belajarlah ilmu umum, seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh, cara memahami wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani ngidam, saat kehamilan, saat melahirkan dan lain sebagainya. Begitu pun istri harus memahami bagaimana prilaku suami, bagaimana emosinya, bagaimana karakternya. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan hal-hal seperti ini sangat diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, persiapkan dan tingkatkanlah keterampilan. Seperti keterampilan menata rumah, mencari tambahan penghasilan, memasak, keterampilan menekan biaya hidup dan lain-lain. Hal ini perlu sdilakukan baik oleh calon suami , maupun oleh calon istri. Sebab setelah menikah bagi keduanya masingmasing berpeluang berpisah. Suami harus berpikir misalnya bahwa ajal siap datang menjemput kapan saja. Maka ketika istrinya meninggal duluan jangan sampai kelabakan karean tidak bisa menggantikan peran istrinya. Begitu pun bagi istri ia harus ditinggal suaminya. Maka ia harus siap memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah penghasilan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah persiapan-persiapan yang harus ditempuh bagi kaum laki-laki dan perempuan yang sudah berniat berumah tangga. Bagi mereka yang telah maksimal mempersiapkannya, insya Alloh masalh apa pun yang dihadapi tidak akan membuat mereka goyah. Mereka akan tetap tegar dan yakin bahwa Alloh akan menolongnya. Ingat firman Alloh berikut ini : “ Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur ayat 32). Nah, sudah seperti itulah persiapan anda. Wallahu a`lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-1763600816877259793?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/1763600816877259793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/rumah-tanggamu-surgaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1763600816877259793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1763600816877259793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/rumah-tanggamu-surgaku.html' title='Rumah Tanggamu Surgaku'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-5997952311635549787</id><published>2009-06-17T11:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:25:04.829-07:00</updated><title type='text'>Siapkah kita menanti Kematian</title><content type='html'>"Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu !" Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya". (Qs. Al- An'am : 93).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka'at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum, yaa Nabi Alloh". Salam Malaikat Izrail, &lt;br /&gt;"Wa'alaikum salam wa rahmatulloh". Jawab Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap". Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya" itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).&lt;br /&gt;"Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)" kata Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;"Kenapa ?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut.&lt;br /&gt;"Buah-buahan ini bukan milik kita". Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: "Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah engkau sebenarnya ?" tanya Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?" selidik Nabi Idris a.s serius. &lt;br /&gt;"Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.&lt;br /&gt;"Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s&lt;br /&gt;"Apa itu ? katakanlah !". Jawab Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;"Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku". Pinta Nabi Idris a.s. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya", tolak Malaikat Izrail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?" Tanya Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;"Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti". Jawab Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;"Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu". Kata Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkah kita untuk menghadapinya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-5997952311635549787?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/5997952311635549787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/siapkah-kita-menanti-kematian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/5997952311635549787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/5997952311635549787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/siapkah-kita-menanti-kematian.html' title='Siapkah kita menanti Kematian'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-5988793128195828244</id><published>2009-06-17T11:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:21:05.630-07:00</updated><title type='text'>Allah Maha Menatap ...!!!</title><content type='html'>Ketika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...&lt;br /&gt;Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...&lt;br /&gt;Allah sudah menghitung airmatamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika amarah sudah sulit sekali untuk kau tahan...&lt;br /&gt;Allah tetap menjagamu hingga tidak menjadi angkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk dihubungi...&lt;br /&gt;Allah selalu berada disampingmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...&lt;br /&gt;Allah sedang menunggu bersama denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau merasa bahwa kebahagiaan dan kasih sayang sulit untuk didapatkan...&lt;br /&gt;Allah telah memberikan kasih sayangNYA yang tidak pernah kau duga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...&lt;br /&gt;Allah punya jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...&lt;br /&gt;Allah dapat menenangkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...&lt;br /&gt;Allah sedang berbisik kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur...&lt;br /&gt;Allah telah memberkatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...&lt;br /&gt;Allah telah tersenyum padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...&lt;br /&gt;Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap...&lt;br /&gt;ALLAH MAHA TAHU dan Selalu Menatapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begitu sombongnya kita, yang selalu ditatapNya,&lt;br /&gt;untuk tidak menghadap kepadaNYA,...&lt;br /&gt;untuk tidak berbicara kepadaNYA,...&lt;br /&gt;untuk tidak tersenyum kepadaNYA....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-5988793128195828244?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/5988793128195828244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/allah-maha-menatap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/5988793128195828244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/5988793128195828244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/allah-maha-menatap.html' title='Allah Maha Menatap ...!!!'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-6698180157486394819</id><published>2009-06-17T10:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T11:16:09.193-07:00</updated><title type='text'>Sudahkah Anda Menunaikan Sholat Dhuha?</title><content type='html'>Sholat ini cukup hanya 2 rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) s/d menjelang masuk waktu dhuhur - logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkad-kan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan kita, insya Allah, akan mendapat ridho dari Allah SWT. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat dan saksikanlah (harap diartikan menjadi saksi atas keindahan dan kesejukan) doa dhuha ini - masya Allah - sbb (terjemahannya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu,&lt;br /&gt;dan keagungan itu adalah keagungan-Mu,&lt;br /&gt;dan keindahan itu adalah keindahan-Mu,&lt;br /&gt;dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu,&lt;br /&gt;dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah,&lt;br /&gt;jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah,&lt;br /&gt;jika masih sukar, maka mudahkanlah,&lt;br /&gt;jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,&lt;br /&gt;jika masih jauh, maka dekatkanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu,&lt;br /&gt;limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiin Ya Robbal 'Alamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda tidak dapat membaca teks Arab-nya waktu berdoa, bacalah teks Indonesianya saja secara khusu' dan tawaddhu' (dengan kerendahan hati). Insya Allah kita akan menjadi orang yang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tawaddhu' (penuh dengan kerendahan hati alias tidak sombong/tinggi hati) - apapun pangkat dan kedudukan kita.&lt;br /&gt;2. Percaya bahwa bekerja itu adalah bernilai ibadah, sehingga apapun yang menjadi tugas kita, seberat apapun, insya Allah, akan mendapat ridho dan pertolongan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;3. Percaya segala sesuatu di dunia ini ada yang Maha dari segala-galanya.&lt;br /&gt;4. Dihapuskan segala dosa meskipun dosa itu sebesar buih lautan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan semoga risalah kecil ini akan menjadi sesuatu yang dapat menggugah kita untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-6698180157486394819?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/6698180157486394819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/sudahkah-anda-menunaikan-sholat-dhuha.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/6698180157486394819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/6698180157486394819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/sudahkah-anda-menunaikan-sholat-dhuha.html' title='Sudahkah Anda Menunaikan Sholat Dhuha?'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-8744442673782546952</id><published>2009-06-17T10:41:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T10:48:26.634-07:00</updated><title type='text'>Betapa Indahnya Berumah Tangga</title><content type='html'>Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri". Akh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik, itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya, "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu Subhanallah indah, dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Kalo boleh meng-Ibarat-kan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi "perang" hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur "Maafkan Mama ya Pa..". Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. "Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya" demikian jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka. Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior. Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do'a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allah supaya suami selalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada': &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir'aun" (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan, perhatikan firman Allah dalam ingatan : "...Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah:187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamat menuju tepian hakiki "Surga". Dia memegang teguh firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semua berlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan. Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yang sedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah. Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera dengan bekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan &lt;br /&gt;Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta&lt;br /&gt;Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada&lt;br /&gt;Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari&lt;br /&gt;Dan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world "Akhirat". Mudah-mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian. Allahumma Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampu mengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusan besar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah serta ketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran saya tiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitu murah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do people think that they will be left alone because they say:"We beleive," and will not be tested.(TQS Al-Ankabut:2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-8744442673782546952?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/8744442673782546952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/betapa-indahnya-berumah-tangga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/8744442673782546952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/8744442673782546952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/betapa-indahnya-berumah-tangga.html' title='Betapa Indahnya Berumah Tangga'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-2745916647425385008</id><published>2009-06-17T09:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T10:07:18.690-07:00</updated><title type='text'>Refleksi 46 Tahun Gerakan IPM</title><content type='html'>Merefleksikan Pergerakan&lt;br /&gt;Sebagai Wujud Manifestasi Tujuan&lt;br /&gt;IKATAN PELAJAR / REMAJA MUHAMMADIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Shafar (5 Shafar 1381 H) atau Juli (18 Juli 1961 M) merupakan momentum penting lahirnya suatu organisasi pelajar Islam ; Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Itulah kelahiran sebuah gerakan Pelajar yang berasaskan islam sebagai suatu manifestasi dari gerakan Muhammadiyah (organisasi terbesar di Indonesia yang melakukan perintisan atau kepeloporan pemurnian  sekaligus pembaruan Islam di negeri berpenduduk terbesar muslim di dunia). IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) sebagai sebuah gerakan kepelajaran di indonesia yang berbasiskan Pelajar Islam, didirikan atas dasar kepedulian kader-kader penerus Muhammadiyah (Pemuda Muhammadiyah) yang dimana IPM resmi menjadi sebuah organisasi independent / Ortom-nya Muhammadiyah pada sidang Tanwir / Konperensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta18-20 Juli 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Gerakan Pelajar Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum di-syahkan-nya organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah, sebenarnya gerakan pelajar muhammadiyah sudah muncul dan sempat merasakan eksistensi gerakannya dengan berbagai nama organisasi, namun tidak terlalu mempunyai ruang lingkup yang luas dalam kerjanya. Berikut merupakan sejarah panjang perjalanan pelajar muhammadiyah sebelum menjadi IPM ; organisasi otonomnya muhammadiyah :&lt;br /&gt;1. Tahun 1919 ; merupakan berdirinya organisasi dakwah islam terbesar di Indonesia. Tahun itu juga secara tidak langsung didirikannya Siswo Projo yang merupakan organisasi persatuan pelajar muhammadiyah bertempat di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.&lt;br /&gt;2. Tahun 1926 ; yang bertempatkan di Malang dan Surakarta berdiri GKPM (Gabungan Keluarga Pelajar Muhammadiyah)&lt;br /&gt;3. Tahun 1933 ; berdiri Hizbul Wathan yang didalamnya juga berkumpul pelajar-pelajar Muhammadiyah&lt;br /&gt;4. Tahun 1950 ; berdiri Ikatan Pelajar Muhammadiyah  didaerah Wajo Sulawesi (dibubarkan oleh Muhammadiyah setempat)&lt;br /&gt;5. Tahun 1954 ; di Yogyakarta berdiri juga GKPM (Gabungan Keluarga Pelajar Muhammadiyah) namun hanya berumur 2 bulan, dibubarkan oleh muhammadiyah. Tapi perjalanan GKPM di Yogyakarta tidak berhenti pada tahun itu saja, Tahun 1956 GKPM pun kembali didirikan namun tetap saja mendapat halangan dari Muhammadiyah yang dalam hal ini adalah Majelis Pendidikan Dan Pengajaran Muhammadiyah.&lt;br /&gt;6. Tahun 1956 ; pasca dibubarkannya GKPM, ditempat yang sama didirikanlah Uni SMA Muhammadiyah yang kemudian akan merencakanan Musyawarah Se-Jawa Tengah. Akan tetapi perjalanannya lagi-lagi mendapat rintangan dari muhammadiyah, bahkan para pimpinan activist yang ada didalamnya diancam akan dikeluarkan dari sekolah muhammadiyah.&lt;br /&gt;7. Tahun 1957 berdiri IPSM (Ikatan Pelajar Sekolah Muhammadiyah) di surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian lama perjalanan gerakan pelajar Muhammadiyah yang ingin mempunyai wadah berekspresi tersebut selalu mendapat resistensi yang tinggi dari internal Muhammadiyah sendiri. Resistensi dari muhammadiyah tersebut terhadap gagasan organisasi kepelajaran dilingkup muhammadiyah disebabkan oleh adanya anggapan bahwa sekiranya cukup dengan adanya kantong-kantong Angkatan Muda Muhamadiyah (AMM) seperti ; Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah ; yang cukup bisa mengakomodasikan kepentingan para pelajar muhammadiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun resistensi tersebut tidak membuat semangat dan kegigihan para pelajar muhammadiyah  hilang begitu saja. Semangat dan kemantapan tersebut akhirnya membuahkan hasil / titik terang yaitu ketika tahun 1958, Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Garut ; berusaha melindungi aktifitas para pelajar Muhammadiyah di bawah pengawasan Pemuda Muhammadiyah. Mulai saat itulah upaya pendirian organisasi pelajar Muhammdiyah dilakukan dengan serius, intensif, dan sistematis. Pembicaraan-pembicaraan mengenai perlunya berdiri organisai pelajar Muhammadiyah banyak dilakukan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keputusan konferensi Pemuda Muhammadiyah di Garut tersebut akhirnya diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke II yang berlangsung pada tanggal 24¬-28 Juli 1960 di Yogyakarta, yaitu dengan memutuskan untuk membentuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Keputusan II/No. 4). Keputusan tersebut di antaranya ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Muktamar Pemuda Muhammadiyah meminta kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran supaya memberi kesempatan dan menyerahkan kompetensi pembentukan IPM (Ikatan Pelajar Muhamadiyah) kepada Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.&lt;br /&gt;2. Muktamar Pemuda Muhammadiyah mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari pembahasan - pembahasan muktamar tersebut, dan untuk segera dilaksanakan setelah mencapai kesepakatan pendapat dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sepakat akhirnya dapat tercapai antara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran tentang organisasi Pelajar Muhammadiyah. Kesepakatan tersebut dicapai pada tanggal 15 Juni 1961 yang ditandatangani bersama antara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran. Rencana pendirian IPM tersebut dimatangkan lagi dalam Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18-20 Juli 1961, dan secara nasional melalui forum tersebut IPM dapat berdiri. Tanggal 18 Juli 1961 ditetapkan sebagai hari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah (MILAD IRM yang ke 46 Sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan IRM dan Peranannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Remaja Muhammadiyah adalah Organisasi Otonomnya Muhammadiyah ( bisa juga dikatakan sebagai organisasinya pelajar Indonesia) yang merupakan sebuah Gerakan Pelajar Islam, Dakwah Amar makruf Nahi Munkar. Sebagai sebuah organisasi yang pada hakekatnya merupakan Gerakan Pelajar; IRM memiliki tujuan, disamping usaha kerjasama dan sekelompok orang yang disebut anggota Ikatan, yang bekerja melaksanakan usaha tersebut untuk mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan adalah nilai tertentu yang ingin dicapai dan diperoleh di masa yang akan datang. Ia merupakan pernyataan tentang keadaan atau situasi yang tidak terdapat sekarang, tetapi dimaksudkan untuk dicapai di waktu yang akan datang melalui berbagai kegiatan organisasi. Bagi Ikatan, tujuan adalah merupakan satu faktor yang sangat penting dan sentral. Pada tujuan itulah dilandaskan semua tindakan manajerial, sejak dan tahap perencanan sampai tahap pengendalian dan evaluasi. ini berarti bahwa dalam penentuan strategi, kebijaksanaan dan langkah-langkah organisasi, tujuan adalah merupakan landasan utamanya. Demikian pula tujuan juga menjadi dasar bagi pembawa dan penggolongan tindakan-tindakan organisasi dalam kesatuan-kesatuan tertentu, disamping juga menjadi dasar bagi penentuan dan perumusan kegiatan dan setiap kesatuan serta penempatan personil dalam kesatuan-kesatuan tersebut. Selanjutnya tujuan juga menjadi landasan utama dalam melakukan penggerakan, sejak dan pemberian motivasi, pemberian bimbingan, penjalinan hubungan dan komunikasi sampai pada peningkatan dan pengembangan personil. Demikian pula dalam proses pengendalian dan evaluasi, terutanma dalam penentuan standar dan tolok ukur, yang menjadi pedoman adalah tujuan itu. Pendek kata, tujuan adalah merupakan kompas pedoman yang tidak boleh diabaikan dalam proses penyelenggaraan usaha ikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat sangat pentingnya kedudukan dan peranan tujuan sebagaimana telah dikemukakan, maka tujuan ikatan remaja muhammadiyah haruslah dipahami oleh seluruh anggota ikatan, terutama para aktivis dan pimpinan IRM di semua lini kepemimpinan. Sebab bilamana sampai terjadi mereka tidak memahami dengan baik tujuan yang akan dicapai ikatan remaja muhammadiyah, tentulah dapat dipastikan akan timbulnya berbagai kesulitan dan kekaburan. Adanya kekaburan dalam memahami tujuan akan berakibat timbulnya kekaburan dalam menentukan kebijaksanaan dan ketidak pastian dalam menyelenggarakan usaha serta ketidak mantapan bagi para pelaku dan aktivist ikatan. Atas dasar inilah maka tujuan atau nilai yang hendak dicapai dan diperoleh melalui beberapa penyelenggaraan dakwah yang selama ini rutinitas kita lakukan melalui mekanisme kekaderan itu haruslah dirumuskan dengan jelas. Rumusan yang jelas akan memudahkan siapa saja, terutama para pimpinan, aktivist, anggota dan warga ikatan pada umumnya dalam memahami tujuan yang ingin diwujudkan IRM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cermati Anggaran Dasar Ikatan remaja muhammadiyah, khususnya pasal 6, tujuan ikatan remaja muhammadiyah itu dirumuskan dengan rumusan yang cukup jelas dan mudah dipahami, yaitu : “Terbentuknya remaja muslim yang berakhlak mulia, berilmu, terampil dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”, pada dasarnya merupakan tujuan dari Muhammadiyah yang kemudian juga diadopsi oleh Ikatan Remaja Muhammadiyah sebagai manifestasai Anaknya Muhammadiyah (otonomnya Muhammadyah). Secara formal dan kelembagaan (Menurut Kakanda Drs Khalid Fadjri M.Pd) ; hasil diskusi tentang peran serta pelajar dalam mewujudkan tujuan muhammadiyah), Tujuan ini belum pernah didiskripsikan dan ditafsirkan. Hanya saja secara informal dan perorangan, pada sekitar tahun enam puluhan, DR. Ahmad Shalaby, staf pengajar pada UIN Yogyakarta, atas permintaan beberapa tokoh Muhamadiyah pernah menyusun konsep masyarakat Islam dan menerbitkannya sebagai buku dengan judul Masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Remaja Muhammadiyah seharusnya bisa membuat panafsiran tujuan supaya semua keluarga ikatan (anggota, simpatisan, alumni serta pimpinan) bisa mengaktualisasikan tujuan tersebut dan kita tidak hanya akan terjebak pada kontekstual. Pertanyaannya kemudian : “Pernahkan pimpinan ikatan serius memikirkan hal ini yang pada konsepnya merupakan tolak ukur keberhasilan ikatan dalam meretas kegelisahan anggota…???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Remaja Muhammadiyah mungkin bisa sedikit merenungkan beberapa penggambaran yang agak lebih rinci mengenai “Masyarakat Islam”, baru dijumpai dalam sebuah dokumen yang berjudul “Pernyataan Muhammadiyah Jelang Satu Abad” yang dihasilkan oleh Muktamar ke-45 Muhammadiyah. Pada bagian mengenai pandangan Muhammadiyah tentang keagamaan, dikemukakan ciri-ciri Masyarakat Islam yang sebenar benarnya. Ada 9 (sembilan) ciri Masyarakat Islam yang dirumuskan dalam dokumen tersebut antara lain yaitu :&lt;br /&gt;1. Merupakan wujud aktualisasi ajaran Islam dalam struktur kehidupan kolektif manusia yang memiliki corak masyarakat tengahan (ummatan wasatha) yang berkemajuan, baik dalam wujud sistem nilai sosial-budaya, sistem sosial maupun lingkungan fisik yang dibangunnya;&lt;br /&gt;2. Memiliki keseimbangan antara kehidupan lahiriyah dan bathiniyah, rasionalitas dan spiritualitas, aqidah dan muamalah, individual dan sosial, duniawi dan ukhrowi;&lt;br /&gt;3. Mengamalkan nilai-nilai kebajikan, seperti keadilan, kejujuran, kesejahteraan, kerjasama, kerja keras, kedisiplinan dan keunggulan dalam segala lapangan kehidupan;&lt;br /&gt;4. Bersedia bekerjasama dan berlomba - lomaba dalam serba kebaikan;&lt;br /&gt;5. Memiliki kesamaan karakter dengan masyarakat madani, yaitu masyarakat kewargaan (civil society) yang memiliki keyakinan yang dijiwai nilai-nilai Ilahiyah, demokratis, berkeadilan, otonom, berkemajuan dan brakhlaq mulia (al akhlaqul karimah);&lt;br /&gt;6. Berperan sebagai syhada’ ‘alan nas di tengah berbagai pergumulan hidup masyarakat dunia;&lt;br /&gt;7. Menjadi masyarakat yang serba unggul atau utama (khaira ummah) dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Keunggulan kualitas tersebut ditunjukkan oleh kemampuan penguasaan atas nilai-nilai dasar dan kemajuan dalam kebudayaan dan peradaban umat manusia, yaitu nilai-nilai ruhani (spiritualitas), nilai-nilai pengetahuan (ilmu pengetahuan dan teknologi), nilai-nilai materi (ekonomi), nilai-nilai kekuasaan (politik), nilai-nilai keindahan (kesenian), nilai-nilai normatif berperilaku (hukum) dan nilai-nilai kemasyarakatan (budaya) yang lebih berkualitas;&lt;br /&gt;8. Memiliki kepedulian tinggi terhadap kelangsungan ekologis (lingkungan hidup) dan kualitas martabat hidup manusia baik laki-laki maupun perempuan dalam relasi-relasi yang menjunjung tinggi kemaslahatan, keadilan dan serta kebajikan hidup;&lt;br /&gt;9. Menjauhkan diri dari perilaku yang membawa kerusakan (alfasad flu ardh), kedzaliman dan hal-hal lain yang bersifat menghancurkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa helai tulisan yang dapat saya sampaikan sebagai bahan renungan dan diskusi kita dalam mengarungi usia ikatan yang hampir mencapai setengah abad (46 tahun kiprah ikatan  menemani Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini ditulis untuk memenuhi syarat administrasi Pelatihan Kader Nasional&lt;br /&gt;Taruna Melati Utama Ikatan Remaja Muhammadiyah di Kendal Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram ; 25 Jumadal Tsaniyah 1428 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-2745916647425385008?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/2745916647425385008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/refleksi-46-tahun-gerakan-ipm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/2745916647425385008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/2745916647425385008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/refleksi-46-tahun-gerakan-ipm.html' title='Refleksi 46 Tahun Gerakan IPM'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-1462476393677917908</id><published>2009-06-09T21:30:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T12:02:57.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kembali takwa'/><title type='text'>Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:#CC0000; 	mso-text-animation:none; 	border:none windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:none windowtext 0cm; 	padding:0cm; 	text-decoration:none; 	text-underline:none; 	text-decoration:none; 	text-line-through:none;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:2.0cm 2.0cm 2.0cm 3.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:595407461; 	mso-list-template-ids:650261118;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 21pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; letter-spacing: 0.4pt;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Permanent Link Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8.5pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kategori: &lt;a href="http://muslimah.or.id/category/akhlaq" title="View all posts in Akhlaq"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Akhlaq&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://muslimah.or.id/category/nasihat-untuk-muslimah" title="View all posts in Nasihat Untuk Muslimah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Nasihat Untuk Muslimah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Duhai, betapa indahnya jika kita bisa membahagiakan orang tua kita. Orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Orang tua yang telah mendidik dan merawat kita sedari kecil. Orang tua yang telah mengerahkan segala yang mereka punya demi kebahagiaan kita, anak-anaknya. Terima kasihku yang tak terhingga untukmu wahai Ayah Ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, yang artinya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Qs. Al Israa’ 23)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Alangkah bahagianya seorang anak yang bisa menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan mendapatkan dukungan dari orangtuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Akan tetapi, bagaimana jika orang tua melarang kita melakukan kebaikan berupa ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya? Keistiqomahan kita, bahkan bagaikan api yang menyulut kemarahan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Di antara mereka bahkan ada yang menyuruh pada perbuatan yang dilarang Allah? Bagaimanakah seharusnya sikap kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Jika teringat kewajiban kita untuk berbakti pada mereka, terlebih teringat besarnya jasa mereka, berat hati ini untuk mengecewakan mereka. Sungguh hati ini tak tega bila sampai ada perbuatan kita yang menjadikan mereka bermuram durja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Ayah, Ibu... biarkan ananda istiqomah"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: windowtext;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Ayah, Ibu... biarkan ananda istiqomah"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: windowtext;" lang="SV"&gt;Kaidah Birrul Walidain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Saudariku, durhaka atau tidaknya seorang anak tetaplah harus dipandang dari kacamata syariat. Tak semua anak yang melanggar perintah orang tua dikatakan anak durhaka. Karena ketaatan pada orang tua tidak bersifat mutlak. Tidak sebagaimana ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya yang sifatnya mutlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ada beberapa hal yang sering dianggap sebagai kedurhakaan pada orang tua, padahal sebenarnya bukan. Antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1. Anak menolak perintah orangtua yang melanggar syariat Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pada asalnya, seorang anak wajib taat pada orangtuanya. Akan tetapi jika yang diperintahkan orang tua melanggar syariat, maka anak tidak boleh mentaatinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Yaitu jika orang tua memerintahkan anak melakukan kesyirikan, bid’ah dan maksiat. Contoh konkritnya: orang tua memerintahkan anak memakai jimat, orang tua menyuruh ngalap berkah pada kyai A, orang tua menyuruh anak berjabat tangan dengan lelaki bukan mahrom, dll. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Maka, saat sang anak menolak hal tersebut tidaklah dikatakan durhaka. Bahkan ini termasuk bakti kepada orang tua karena mencegah mereka dari perbuatan haram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Allah berfirman yang artinya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Qs. Luqman: 15)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Namun, seorang anak hendaknya tetap menggunakan adab dan perkataan yang baik. Dan terus mempergauli dan mendakwahi mereka dengan baik pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;2. Anak tidak patuh atas larangan orangtua menjalankan syariat Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tidak disebut durhaka anak yang tidak patuh saat orangtuanya melarang sang anak menjalankan syariat Islam, padahal di saat itu orang tua sedang tak membutuhkannya (misal karena orang tua sedang sakit atau saat keadaan darurat). Contoh konkritnya: melarang anaknya shalat jama’ah, memakai jilbab, berjenggot, menuntut ilmu syar’i, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah wajib mentaati makhluk yang memerintah agar maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad). Dan di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan pula bahwasanya ketaatan hanya dilakukan dalam perkara yang baik. Maka janganlah engkau melakukan perkara yang haram dengan alasan ingin berbakti pada orang tuamu. Tidak wajib bagimu taat pada mereka dalam bermaksiat pada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3. Orang tua yang marah atas keistiqomahan dan nasihat anaknya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Seorang anak wajib menasihati orang tuanya saat mereka melanggar syariat Islam. Apabila orang tua sakit hati dan marah, padahal sang anak telah menggunakan adab yang baik dan perkataan yang lembut, maka hal ini tidak termasuk durhaka pada orang tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Saat gundah menyapamu, …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bagaimana ini, aku telah membuat orang tuaku marah? Padahal bukankah keridhaan Allah bergantung pada keridhaan kedua orang tua. Kemurkaan Allah, bergantung pada kemurkaan kedua orang tua (HR. Tirmidzi)?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Saudariku, marahnya orang tua atas keistiqomahan dan nasihat anak, tidaklah termasuk dalam hadits di atas. Hadits di atas tidak berlaku secara mutlak, kita tetap harus melihat kaidah birrul walidain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ingatlah saat Nabi Ibrahim menasihati ayahnya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Wahai ayahku, janganlah kamu menyembah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu durhaka kepada Allah Yang Maha Pemurah.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Qs. Maryam: 44). Orang tua yang menolak kebenaran Islam kemudian mendapat nasihat dari anaknya, kemungkinan besar akan marah. Tapi sang anak tetap tidak dikatakan durhaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Saudariku, bila orangtuamu marah atas keistiqomahanmu, maka ingatkan dirimu dengan sabda Rasulullah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Siapa yang membuat Allah murka karena ingin memperoleh ridha manusia, maka Allah akan murka padanya dan Allah menjadikan orang yang ingin ia peroleh ridhanya dengan membuat Allah murka itu akan murka padanya. Dan siapa yang membuat Allah ridha sekalipun manusia murka padanya, maka Allah akan ridha padanya dan Allah menjadikan orang yang memurkainya dalam meraih ridha Allah itu akan ridha pula padanya, sampai-sampai Allah akan menghiasi si hamba dan menghiasi ucapan dan amalannya di mata orang yang semula murka tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR. Ath Thabrani)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Subhanallah. Perhatikanlah hadits di atas! Ketika engkau menaati orang tuamu dalam bermaksiat pada Allah, agar orang tuamu ridha. Sedangkan sebenarnya Allah Murka padamu. Maka, bisa jadi Allah justru akan membuat orang tuamu tetap murka pula kepadamu. Meski engkau telah menuruti keinginan mereka. Dan sadarkah engkau, saat engkau menuruti mereka dalam perbuatan maksiat pada Allah, maka sejatinya perintah mereka akan terus berlanjut. Tidakkah engkau khawatir Allah akan murka pada orangtuamu disebabkan mereka terus memerintahkanmu bermaksiat kepada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Saudariku, bukankah hati kedua orang tuamu berada di genggaman Allah. Maka, yang terpenting bagimu adalah berusahalah meraih ridha Allah dengan keshalihan dan keistiqomahanmu. Semoga dengan demikian Allah Ridha padamu. Semoga Allah menghiasi ucapan dan amalan kita sehingga orang tua kita pun -&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;bi idznillah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;- akhirnya ridha kepada kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Akhlaq Mulia, Penarik Hati yang Banyak Dilalaikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ustadz Abdullah Zaen, Lc dalam bukunya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; berkata, “Kerenggangan antara orangtua dan anak itu seringkali terjadi akibat ‘benturan-benturan’ yang terjadi dampak dari orang tua yang masih awam memaksa si anak untuk menjalani beberapa ritual yang berbau syirik, sedangkan si anak berpegang teguh dengan kebenaran yang telah ia yakini. Akhirnya yang terjadi adalah kerenggangan di antara penghuni rumah tersebut. Hal itu semakin diperparah ketika si anak kurang bisa mencairkan suasana dengan mengimbangi kesenjangan tersebut dengan melakukan hal-hal yang bisa membahagiakan orangtuanya. Padahal betapa banyak hati orang tua -bi idznillah- yang luluh untuk menerima kebenaran yang dibawa si anak bukan karena pintarnya anak beragumentasi, namun karena terkesannya sang orang tua dengan akhlak dan budi pekerti anaknya yang semakin mulia setelah dia ngaji!! Penjelasan ini sama sekali tidak mengecilkan urgensi argumentasi yang kuat, namun alangkah indahnya jika seorang muslim apalagi seorang salafi bisa memadukan antara argumentasi yang kuat dengan akhlak yang mulia!.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Maka, akhlaq yang mulia adalah jalan terdekat menuju luluhnya hati orangtua. Anak adalah mutiara hati orang tua. Saat mutiara itu bersinar, hati orang tua mana yang tidak menjadi terang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Percaya atau tidak. Kedekatanmu kepada mereka, perhatianmu, kelembutanmu, bahkan hanya sekedar wajah cerah dan senyummu di hadapan mereka adalah bagaikan sinar mentari yang menghangatkan hati mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sayangnya, banyak dari kita yang justru melalaikan hal ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Kita terlalu sibuk dengan tuntutan kita karena selama ini orangtua-lah yang banyak menuruti keinginan kita. Seakan-akan hanya orangtua-lah yang wajib berlaku baik pada kita, sedang kita tidak wajib berbuat baik pada mereka. Padahal, kitalah sebagai anak yang seharusnya lebih banyak mempergauli mereka dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Kita pun terlalu sibuk dengan dunia kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Juga sibuk dengan teman-teman kita. Padahal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Ayah, Ibu... biarkan ananda istiqomah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;" lang="SV"&gt;orang tua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt; hanya butuh sedikit perhatian kita. Kenapakah kita begitu pelit mengirimkan satu sms saja untuk menanyakan kabar mereka tiap hari? Sedangkan berpuluh-puluh SMS kita kirimkan untuk sekadar bercanda ria dengan teman kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kemudian, beratkah bagi kita untuk menyenangkan mereka dengan hadiah? Janganlah engkau remehkan meski sekedar membawa pulang oleh-oleh seplastik singkong goreng kesukaan ayah atau sebungkus siomay favorit ibu. Harganya memang tak seberapa, tapi hadiah-hadiah kecil yang menunjukkan bahwa kita tahu apa kesukaan mereka, apa yang mereka tak suka, dan apa yang mereka butuhkan, jauh lebih berharga karena lebih menunjukkan besarnya perhatian kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dakwahku, Bukti Cintaku Kepada Ayah Ibu…&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Hakikat kecintaan kita terhadap seseorang adalah menginginkan kebaikan bagi dirinya, sebagaimana kita menginginkan kebaikan bagi diri kita sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Tidak akan sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, sehingga dia mencintai bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai bagi dirinya sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim). Maka, wujud kecintaan kita kepada orangtua kita adalah mengusahakan kebaikan bagi mereka.&lt;br /&gt;Tahukah engkau kebaikan apa yang dimaksud?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Seorang ayah telah berbuat baik kepada anaknya dengan pendidikan dan nafkah yang diberikan. Sedangkan ibunya telah merawat dan melayani kebutuhan anak-anaknya. Maka sudah semestinya anaknya membalas kebaikan tersebut. Dan sebaik-baik kebaikan adalah mengajak mereka kepada kebahagiaan dan menyelamatkan mereka dari api neraka. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Qs. At Tahrim 6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Saudariku, jika engkau benar-benar mencintai orangtuamu, maka jadikanlah dakwahmu sebagai bakti terindahmu kepada mereka. Ingatlah lagi mengenai dakwah Nabi Ibrahim kepada orangtuanya. Bakti pada orang tua sama sekali tidak menghalangi kita untuk berdakwah pada mereka. Justru karena rasa cintalah, yang membuat kita menasihati mereka. Jika bukan kita, maka siapakah lagi yang akan mendakwahi mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Apakah harus dengan mengajak mereka mengikuti kajian? Jika bisa, alhamdulillah. Jika tidak, maka sesungguhnya ada banyak cara yang bisa engkau tempuh agar mereka bisa mengetahui ilmu syar’i dan mengamalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Jadilah engkau seorang yang telaten dan tidak mudah menyerah dalam berdakwah kepada orang tuamu.&lt;br /&gt;Ingatlah ketika engkau kecil. Ketika engkau hanya bisa tidur dan menangis. Orangtuamulah yang mengajarimu, mengurusmu, memberimu makan, membersihkanmu dan memenuhi kebutuhanmu. Ketika engkau mulai merangkak, kemudian berdiri, dengan sabar orangtuamu memegang tanganmu dan melatihmu. Dan betapa senangnya hati orangtuamu melihat langkah kaki pertamamu. Bertambah kesenangan mereka ketika engkau berjalan meski dengan tertatih-tatih. Saat engkau telah bisa berlari-lari, pandangan orangtuamu pun tak lepas darimu. Menjagamu dari melangkah ke tempat yang berbahaya bagimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ketika engkau mulai merasa letih berdakwah, ingatlah bahwasanya orangtuamu telah membesarkanmu, merawatmu, mendidikmu bertahun-tahun tanpa kenal lelah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ya. Bertahun-tahun mereka mendidikmu, bersabar atas kenakalanmu… Maka mengapakah engkau begitu mudahnya menyerah dalam berdakwah kepada mereka? Bukankah kewajiban kita hanyalah menyampaikan, sedangkan Allah-lah Yang Maha Pemberi Hidayah. Maka teruslah berdakwah hingga datang waktunya Allah Membuka hati kedua orangtua kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Landasi Semuanya Dengan Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Seorang anak dengan sedikit ilmu, maka bisa jadi ia akan bersikap lemah dan mudah futur (putus asa) saat menghadapi rintangan dari orangtuanya yang sudah banyak makan garam kehidupan. Bahkan, ia tidak bisa berdakwah pada orang tuanya. Sedangkan seorang anak yang ilmunya belum matang, bisa jadi ia bersikap terlalu keras. Sehingga orangtuanya justru makin antipati dengan dakwah anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Maka, bekalilah dirimu dengan ilmu berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman yang benar, yaitu pemahaman salafush shalih. Karena dengan ilmulah seorang mampu bersikap bijak, yaitu mampu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dengan ilmulah kita mengetahui hukum dari permasalahan yang kita hadapi dan bagaimana solusinya menurut syariat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Dengan ilmulah kita mengetahui, pada perkara apa saja kita harus menaati orang tua. Pada perkara apa sebaiknya kita bersikap lembut. Dan pada perkara apakah kita harus teguh layaknya batu karang yang tetap berdiri tegak meski berkali-kali dihempas ombak. Dan yang tidak kalah pentingnya kita bisa berdakwah sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Maka tidak benar jika saat terjadi benturan sang anak justru berputus asa dan tidak lagi menuntut ilmu syar’i. Padahal dia justru sangat butuh pada ilmu tersebut agar dapat menyelesaikan permasalahannya. Saat terjadi konflik dengan orang tua sehingga engkau kesulitan mendatangi majelis ilmu, usahakanlah tetap menuntut ilmu meski hanya sekedar membaca buku, mendengar rekaman kajian atau bertanya kepada ustadz. Dan segeralah kembali ke majelis ta’lim begitu ada kesempatan. Jangan lupa! Niatkanlah ilmu yang kau cari itu untuk menghilangkan kebodohan pada dirimu dan orang lain, terutama orangtuamu. Karena merekalah kerabat yang paling berhak atas dakwah kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Karena itu, wahai saudariku… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Istiqomahlah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Dan bingkailah keteguhanmu dengan ilmu dan amal shalih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Hiasilah dirimu di depan orangtuamu dengan akhlaq yang mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tegar dan sabarlah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tegarlah dalam menghadapi rintangan yang datang dari orangtuamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dan sabarlah dalam berdakwah kepada orang tuamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tetap istiqomah dan berdakwah. Sambil terus mendoakan ayah dan ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Hingga saat datangnya pertolongan Allah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Yaitu saat hati mereka disinari petunjuk dari Allah insyaa Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Teriring cinta untuk ibu dan bapak…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Semoga Allah Mengumpulkan kita di surga Firdaus-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kajian :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Durhaka kepada orang Tua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; oleh ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, majalah Al Furqon edisi 2 Tahun IV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;14 Contoh Praktek Hikmah Dalam Berdakwah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;, Ustadz Abdullah Zaen, Lc.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kajian &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Bahjah Qulub Al Abror&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; oleh ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar, tanggal 4 November 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-1462476393677917908?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1462476393677917908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1462476393677917908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html' title='Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-1780294050471657476</id><published>2009-06-09T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T12:02:57.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kembali takwa'/><title type='text'>Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:#CC0000; 	mso-text-animation:none; 	border:none windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:none windowtext 0cm; 	padding:0cm; 	text-decoration:none; 	text-underline:none; 	text-decoration:none; 	text-line-through:none;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:2.0cm 2.0cm 2.0cm 3.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:595407461; 	mso-list-template-ids:650261118;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 21pt; line-height: 150%; letter-spacing: 0.4pt;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Permanent Link Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8.5pt; line-height: 150%;"&gt;Kategori: &lt;a href="http://muslimah.or.id/category/akhlaq" title="View all posts in Akhlaq"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Akhlaq&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://muslimah.or.id/category/nasihat-untuk-muslimah" title="View all posts in Nasihat Untuk Muslimah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Nasihat Untuk Muslimah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Duhai, betapa indahnya jika kita bisa membahagiakan orang tua kita. Orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Orang tua yang telah mendidik dan merawat kita sedari kecil. Orang tua yang telah mengerahkan segala yang mereka punya demi kebahagiaan kita, anak-anaknya. Terima kasihku yang tak terhingga untukmu wahai Ayah Ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, yang artinya, &lt;em&gt;“Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya.”&lt;/em&gt; (Qs. Al Israa’ 23)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Alangkah bahagianya seorang anak yang bisa menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan mendapatkan dukungan dari orangtuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Akan tetapi, bagaimana jika orang tua melarang kita melakukan kebaikan berupa ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya? Keistiqomahan kita, bahkan bagaikan api yang menyulut kemarahan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Di antara mereka bahkan ada yang menyuruh pada perbuatan yang dilarang Allah? Bagaimanakah seharusnya sikap kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Jika teringat kewajiban kita untuk berbakti pada mereka, terlebih teringat besarnya jasa mereka, berat hati ini untuk mengecewakan mereka. Sungguh hati ini tak tega bila sampai ada perbuatan kita yang menjadikan mereka bermuram durja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Ayah, Ibu... biarkan ananda istiqomah"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: windowtext;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Ayah, Ibu... biarkan ananda istiqomah"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: windowtext;" lang="SV"&gt;Kaidah Birrul Walidain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Saudariku, durhaka atau tidaknya seorang anak tetaplah harus dipandang dari kacamata syariat. Tak semua anak yang melanggar perintah orang tua dikatakan anak durhaka. Karena ketaatan pada orang tua tidak bersifat mutlak. Tidak sebagaimana ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya yang sifatnya mutlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Ada beberapa hal yang sering dianggap sebagai kedurhakaan pada orang tua, padahal sebenarnya bukan. Antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;1. Anak menolak perintah orangtua yang melanggar syariat Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Pada asalnya, seorang anak wajib taat pada orangtuanya. Akan tetapi jika yang diperintahkan orang tua melanggar syariat, maka anak tidak boleh mentaatinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Yaitu jika orang tua memerintahkan anak melakukan kesyirikan, bid’ah dan maksiat. Contoh konkritnya: orang tua memerintahkan anak memakai jimat, orang tua menyuruh ngalap berkah pada kyai A, orang tua menyuruh anak berjabat tangan dengan lelaki bukan mahrom, dll. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Maka, saat sang anak menolak hal tersebut tidaklah dikatakan durhaka. Bahkan ini termasuk bakti kepada orang tua karena mencegah mereka dari perbuatan haram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Allah berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”&lt;/em&gt; (Qs. Luqman: 15)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Namun, seorang anak hendaknya tetap menggunakan adab dan perkataan yang baik. Dan terus mempergauli dan mendakwahi mereka dengan baik pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;2. Anak tidak patuh atas larangan orangtua menjalankan syariat Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Tidak disebut durhaka anak yang tidak patuh saat orangtuanya melarang sang anak menjalankan syariat Islam, padahal di saat itu orang tua sedang tak membutuhkannya (misal karena orang tua sedang sakit atau saat keadaan darurat). Contoh konkritnya: melarang anaknya shalat jama’ah, memakai jilbab, berjenggot, menuntut ilmu syar’i, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah wajib mentaati makhluk yang memerintah agar maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad). Dan di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan pula bahwasanya ketaatan hanya dilakukan dalam perkara yang baik. Maka janganlah engkau melakukan perkara yang haram dengan alasan ingin berbakti pada orang tuamu. Tidak wajib bagimu taat pada mereka dalam bermaksiat pada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;3. Orang tua yang marah atas keistiqomahan dan nasihat anaknya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Seorang anak wajib menasihati orang tuanya saat mereka melanggar syariat Islam. Apabila orang tua sakit hati dan marah, padahal sang anak telah menggunakan adab yang baik dan perkataan yang lembut, maka hal ini tidak termasuk durhaka pada orang tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Saat gundah menyapamu, …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Bagaimana ini, aku telah membuat orang tuaku marah? Padahal bukankah keridhaan Allah bergantung pada keridhaan kedua orang tua. Kemurkaan Allah, bergantung pada kemurkaan kedua orang tua (HR. Tirmidzi)?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Saudariku, marahnya orang tua atas keistiqomahan dan nasihat anak, tidaklah termasuk dalam hadits di atas. Hadits di atas tidak berlaku secara mutlak, kita tetap harus melihat kaidah birrul walidain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Ingatlah saat Nabi Ibrahim menasihati ayahnya, &lt;em&gt;“Wahai ayahku, janganlah kamu menyembah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu durhaka kepada Allah Yang Maha Pemurah.”&lt;/em&gt; (Qs. Maryam: 44). Orang tua yang menolak kebenaran Islam kemudian mendapat nasihat dari anaknya, kemungkinan besar akan marah. Tapi sang anak tetap tidak dikatakan durhaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Saudariku, bila orangtuamu marah atas keistiqomahanmu, maka ingatkan dirimu dengan sabda Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Siapa yang membuat Allah murka karena ingin memperoleh ridha manusia, maka Allah akan murka padanya dan Allah menjadikan orang yang ingin ia peroleh ridhanya dengan membuat Allah murka itu akan murka padanya. Dan siapa yang membuat Allah ridha sekalipun manusia murka padanya, maka Allah akan ridha padanya dan Allah menjadikan orang yang memurkainya dalam meraih ridha Allah itu akan ridha pula padanya, sampai-sampai Allah akan menghiasi si hamba dan menghiasi ucapan dan amalannya di mata orang yang semula murka tersebut.”&lt;/em&gt; (HR. Ath Thabrani)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Subhanallah. Perhatikanlah hadits di atas! Ketika engkau menaati orang tuamu dalam bermaksiat pada Allah, agar orang tuamu ridha. Sedangkan sebenarnya Allah Murka padamu. Maka, bisa jadi Allah justru akan membuat orang tuamu tetap murka pula kepadamu. Meski engkau telah menuruti keinginan mereka. Dan sadarkah engkau, saat engkau menuruti mereka dalam perbuatan maksiat pada Allah, maka sejatinya perintah mereka akan terus berlanjut. Tidakkah engkau khawatir Allah akan murka pada orangtuamu disebabkan mereka terus memerintahkanmu bermaksiat kepada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Saudariku, bukankah hati kedua orang tuamu berada di genggaman Allah. Maka, yang terpenting bagimu adalah berusahalah meraih ridha Allah dengan keshalihan dan keistiqomahanmu. Semoga dengan demikian Allah Ridha padamu. Semoga Allah menghiasi ucapan dan amalan kita sehingga orang tua kita pun -&lt;em&gt;bi idznillah&lt;/em&gt;- akhirnya ridha kepada kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Akhlaq Mulia, Penarik Hati yang Banyak Dilalaikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Ustadz Abdullah Zaen, Lc dalam bukunya &lt;em&gt;14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah&lt;/em&gt; berkata, “Kerenggangan antara orangtua dan anak itu seringkali terjadi akibat ‘benturan-benturan’ yang terjadi dampak dari orang tua yang masih awam memaksa si anak untuk menjalani beberapa ritual yang berbau syirik, sedangkan si anak berpegang teguh dengan kebenaran yang telah ia yakini. Akhirnya yang terjadi adalah kerenggangan di antara penghuni rumah tersebut. Hal itu semakin diperparah ketika si anak kurang bisa mencairkan suasana dengan mengimbangi kesenjangan tersebut dengan melakukan hal-hal yang bisa membahagiakan orangtuanya. Padahal betapa banyak hati orang tua -bi idznillah- yang luluh untuk menerima kebenaran yang dibawa si anak bukan karena pintarnya anak beragumentasi, namun karena terkesannya sang orang tua dengan akhlak dan budi pekerti anaknya yang semakin mulia setelah dia ngaji!! Penjelasan ini sama sekali tidak mengecilkan urgensi argumentasi yang kuat, namun alangkah indahnya jika seorang muslim apalagi seorang salafi bisa memadukan antara argumentasi yang kuat dengan akhlak yang mulia!.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Maka, akhlaq yang mulia adalah jalan terdekat menuju luluhnya hati orangtua. Anak adalah mutiara hati orang tua. Saat mutiara itu bersinar, hati orang tua mana yang tidak menjadi terang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Percaya atau tidak. Kedekatanmu kepada mereka, perhatianmu, kelembutanmu, bahkan hanya sekedar wajah cerah dan senyummu di hadapan mereka adalah bagaikan sinar mentari yang menghangatkan hati mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Sayangnya, banyak dari kita yang justru melalaikan hal ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Kita terlalu sibuk dengan tuntutan kita karena selama ini orangtua-lah yang banyak menuruti keinginan kita. Seakan-akan hanya orangtua-lah yang wajib berlaku baik pada kita, sedang kita tidak wajib berbuat baik pada mereka. Padahal, kitalah sebagai anak yang seharusnya lebih banyak mempergauli mereka dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Kita pun terlalu sibuk dengan dunia kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Juga sibuk dengan teman-teman kita. Padahal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah.html" title="Ayah, Ibu... biarkan ananda istiqomah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;" lang="SV"&gt;orang tua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt; hanya butuh sedikit perhatian kita. Kenapakah kita begitu pelit mengirimkan satu sms saja untuk menanyakan kabar mereka tiap hari? Sedangkan berpuluh-puluh SMS kita kirimkan untuk sekadar bercanda ria dengan teman kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Kemudian, beratkah bagi kita untuk menyenangkan mereka dengan hadiah? Janganlah engkau remehkan meski sekedar membawa pulang oleh-oleh seplastik singkong goreng kesukaan ayah atau sebungkus siomay favorit ibu. Harganya memang tak seberapa, tapi hadiah-hadiah kecil yang menunjukkan bahwa kita tahu apa kesukaan mereka, apa yang mereka tak suka, dan apa yang mereka butuhkan, jauh lebih berharga karena lebih menunjukkan besarnya perhatian kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Dakwahku, Bukti Cintaku Kepada Ayah Ibu…&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Hakikat kecintaan kita terhadap seseorang adalah menginginkan kebaikan bagi dirinya, sebagaimana kita menginginkan kebaikan bagi diri kita sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Tidak akan sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, sehingga dia mencintai bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai bagi dirinya sendiri.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim). Maka, wujud kecintaan kita kepada orangtua kita adalah mengusahakan kebaikan bagi mereka.&lt;br /&gt;Tahukah engkau kebaikan apa yang dimaksud?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Seorang ayah telah berbuat baik kepada anaknya dengan pendidikan dan nafkah yang diberikan. Sedangkan ibunya telah merawat dan melayani kebutuhan anak-anaknya. Maka sudah semestinya anaknya membalas kebaikan tersebut. Dan sebaik-baik kebaikan adalah mengajak mereka kepada kebahagiaan dan menyelamatkan mereka dari api neraka. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.”&lt;/em&gt; (Qs. At Tahrim 6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Saudariku, jika engkau benar-benar mencintai orangtuamu, maka jadikanlah dakwahmu sebagai bakti terindahmu kepada mereka. Ingatlah lagi mengenai dakwah Nabi Ibrahim kepada orangtuanya. Bakti pada orang tua sama sekali tidak menghalangi kita untuk berdakwah pada mereka. Justru karena rasa cintalah, yang membuat kita menasihati mereka. Jika bukan kita, maka siapakah lagi yang akan mendakwahi mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Apakah harus dengan mengajak mereka mengikuti kajian? Jika bisa, alhamdulillah. Jika tidak, maka sesungguhnya ada banyak cara yang bisa engkau tempuh agar mereka bisa mengetahui ilmu syar’i dan mengamalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Jadilah engkau seorang yang telaten dan tidak mudah menyerah dalam berdakwah kepada orang tuamu.&lt;br /&gt;Ingatlah ketika engkau kecil. Ketika engkau hanya bisa tidur dan menangis. Orangtuamulah yang mengajarimu, mengurusmu, memberimu makan, membersihkanmu dan memenuhi kebutuhanmu. Ketika engkau mulai merangkak, kemudian berdiri, dengan sabar orangtuamu memegang tanganmu dan melatihmu. Dan betapa senangnya hati orangtuamu melihat langkah kaki pertamamu. Bertambah kesenangan mereka ketika engkau berjalan meski dengan tertatih-tatih. Saat engkau telah bisa berlari-lari, pandangan orangtuamu pun tak lepas darimu. Menjagamu dari melangkah ke tempat yang berbahaya bagimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Ketika engkau mulai merasa letih berdakwah, ingatlah bahwasanya orangtuamu telah membesarkanmu, merawatmu, mendidikmu bertahun-tahun tanpa kenal lelah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Ya. Bertahun-tahun mereka mendidikmu, bersabar atas kenakalanmu… Maka mengapakah engkau begitu mudahnya menyerah dalam berdakwah kepada mereka? Bukankah kewajiban kita hanyalah menyampaikan, sedangkan Allah-lah Yang Maha Pemberi Hidayah. Maka teruslah berdakwah hingga datang waktunya Allah Membuka hati kedua orangtua kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Landasi Semuanya Dengan Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Seorang anak dengan sedikit ilmu, maka bisa jadi ia akan bersikap lemah dan mudah futur (putus asa) saat menghadapi rintangan dari orangtuanya yang sudah banyak makan garam kehidupan. Bahkan, ia tidak bisa berdakwah pada orang tuanya. Sedangkan seorang anak yang ilmunya belum matang, bisa jadi ia bersikap terlalu keras. Sehingga orangtuanya justru makin antipati dengan dakwah anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Maka, bekalilah dirimu dengan ilmu berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman yang benar, yaitu pemahaman salafush shalih. Karena dengan ilmulah seorang mampu bersikap bijak, yaitu mampu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Dengan ilmulah kita mengetahui hukum dari permasalahan yang kita hadapi dan bagaimana solusinya menurut syariat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Dengan ilmulah kita mengetahui, pada perkara apa saja kita harus menaati orang tua. Pada perkara apa sebaiknya kita bersikap lembut. Dan pada perkara apakah kita harus teguh layaknya batu karang yang tetap berdiri tegak meski berkali-kali dihempas ombak. Dan yang tidak kalah pentingnya kita bisa berdakwah sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Maka tidak benar jika saat terjadi benturan sang anak justru berputus asa dan tidak lagi menuntut ilmu syar’i. Padahal dia justru sangat butuh pada ilmu tersebut agar dapat menyelesaikan permasalahannya. Saat terjadi konflik dengan orang tua sehingga engkau kesulitan mendatangi majelis ilmu, usahakanlah tetap menuntut ilmu meski hanya sekedar membaca buku, mendengar rekaman kajian atau bertanya kepada ustadz. Dan segeralah kembali ke majelis ta’lim begitu ada kesempatan. Jangan lupa! Niatkanlah ilmu yang kau cari itu untuk menghilangkan kebodohan pada dirimu dan orang lain, terutama orangtuamu. Karena merekalah kerabat yang paling berhak atas dakwah kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Karena itu, wahai saudariku… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Istiqomahlah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Dan bingkailah keteguhanmu dengan ilmu dan amal shalih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Hiasilah dirimu di depan orangtuamu dengan akhlaq yang mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Tegar dan sabarlah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Tegarlah dalam menghadapi rintangan yang datang dari orangtuamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Dan sabarlah dalam berdakwah kepada orang tuamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Tetap istiqomah dan berdakwah. Sambil terus mendoakan ayah dan ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Hingga saat datangnya pertolongan Allah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Yaitu saat hati mereka disinari petunjuk dari Allah insyaa Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="NL"&gt;Teriring cinta untuk ibu dan bapak…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Semoga Allah Mengumpulkan kita di surga Firdaus-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Literatur:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Durhaka kepada orang Tua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; oleh ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, majalah Al Furqon edisi 2 Tahun IV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;14 Contoh Praktek Hikmah Dalam Berdakwah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, Ustadz Abdullah Zaen, Lc.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 19.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kajian &lt;em&gt;Bahjah Qulub Al Abror&lt;/em&gt; oleh ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar, tanggal 4 November 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-1780294050471657476?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1780294050471657476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/1780294050471657476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/06/ayah-ibu-biarkan-ananda-istiqomah_09.html' title='Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-2071660234054358537</id><published>2009-05-26T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T22:35:41.657-07:00</updated><title type='text'>MATAHARI PAGI: Skripsi Jembatan Pratekan UM. Mataram</title><content type='html'>&lt;a href="http://wieraoq.blogspot.com/2009/05/skripsi-jembatan-pratekan-um-mataram.html"&gt;MATAHARI PAGI: Skripsi Jembatan Pratekan UM. Mataram&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-2071660234054358537?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/05/skripsi-jembatan-pratekan-um-mataram.html' title='MATAHARI PAGI: Skripsi Jembatan Pratekan UM. Mataram'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/2071660234054358537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/2071660234054358537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/05/matahari-pagi-skripsi-jembatan-pratekan.html' title='MATAHARI PAGI: Skripsi Jembatan Pratekan UM. Mataram'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-3014593752841127400</id><published>2009-05-14T02:17:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T02:26:53.729-07:00</updated><title type='text'>Cara Berfikir dan Bekerja yang Benar</title><content type='html'>Mengapa Penting bagi kita untuk memiliki dan mempraktekkan cara berfikir dan bekerja yang benar?&lt;br /&gt;Cara berfikir yang benar akan menjadikan kita mampu untuk mengerti dan memahami kebenaran dari kenyataan. Cara berfikir yang benar akan membuat kita memiliki panduan bekerja yang tepat sehingga pada akhirnya kita dapat bekerja dengan benar. Cara berfikir yang belum benar menjadikan kita tidak dapat memahami secara sebenar-benarnya kenyataan dari persoalan yang dihadapi.&lt;br /&gt;Misalnya, ada suatu permasalahan di kampus mengenai dosen yang seenaknya membuat peraturan yang harus ditaati oleh mahasiswa, sementara dia sendiri tidak dapat diganggu gugat ketika melakukan tindakan yang merugikan mahasiswa. Ada suatu cara berfikir yang mengatakan bahwa itu adalah suatu hal yang wajar, karena dosen adalah orang yang akan memberikan ilmu, orang yang sibuk, orang yang dibutuhkan mahasiswa sementara dosen tidak membutuhkan mahasiswa. Bahwa hal tersebut adalah suatu kewajaran. Cara berfikir seperti inilah yang menjadikan mahasiswa sama sekali tidak mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh kampus, padahal salah satu kewajiban selalu diselesaikan, yaitu membayar SPP. Mahasiswa tidak dapat dengan terang melihat bahwa hal tersebut diakibatkan belum demokratisnya penyelenggaraan pendidikan di kampus, korupnya birokrasi kampus, dan belum berpihaknya Negara dan birokrasi kampus terhadap rakyat, terutama mahasiswa.&lt;br /&gt;Hal seperti ini akan menjadikan mahasiswa sama sekali tidak berkembang kemampuannya, terbelakang pola fikirnya, dan akan selalu dilecehkan hak-hak demokratisnya dikampus. Sehingga pada prakteknya mayoritas mahasiswa belum terdorong untuk bergerak dan mengorganisasikan diri guna menuntut hak-hak demokratisnya yang seharusnya dipenuhi oleh birokrasi kampus dan Negara. Mahasiswa lebih banyak asyik ‘menikmati ketertindasannya’, dengan mengatakan : habis, mau apalagi? Inilah, hasil dari sistem pendidikan nasional kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tujuan kita berfikir yang benar&lt;br /&gt;Tujuan kita memiliki pola fikir yang benar adalah selain untuk mengetahui realitas yang ada secara terang dan benar, juga yang lebih penting agar kita memilki panduan untuk bergerak, panduan bekerja untuk menuntut hak-hak demokratis kita di kampus dan memperbaiki keadaan ke arah yang lebih baik, yaitu terwujudnya demokratisasi kampus, pendidikan yang terjangkau bagi rakyat yang miskin (anak buruh, anak tani, anak kaum miskin perkotaan), pendidikan yang ilmiah dan mengabdi kepada rakyat, dan terwujudnya demokrasi sejati di Indonesia. Tidak ada gunanya hanya sekedar mengerti bahwa ada suatu permasalahan di kampus dan di masyarakat tanpa kita melakukan apa-apa untuk merubahnya !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah yang menentukan kesadaran sosial sekarang&lt;br /&gt;Kesadaran sosial seseorang ditentukan oleh keadaan sosialnya. Seorang pemilik modal atau kapitalis akan selalu berfikir bagaimana memperbesar keuntungannya karena keadaan sosialnya sebagai pemilik modal yang apabila ingin survive harus menghisap dan mencuri tenaga kaum buruh. Seorang tuan tanah akan berfikir bagaimana mempertahankan kepemilikan tanahnya yang luas dan mendapatkan keuntungannya dari situ, sekalipun harus menindas kaum tani.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan mahasiswa. Keadaan sosial mahasiswa dimana mayoritasnya mendapatkan subsidi dari orang tua, orang tua yang berkecukupan, lingkungan keluarga dan sekolah yang individualistis dan belum demokratis, ditambah dia tidak aktif dalam organisasi yang demokratik, akan menciptakan kesadaran mahasiswa yang individual, malas, tidak mau kritis dan tidak mempunyai keberpihakan yang jelas terhadap suatu permasalahan. Bahkan ketika lulus akan menjadi penindas-penindas baru. Karena pada hakikatnya, alam berfikir mahasiswa dilingkupi oleh keinginan untuk memiliki dan menumpuk-numpuk kekayaan secara pribadi, inilah makanya mahasiswa dalam klas-klas sosial masyarakat sering dimasukkan ke dalam golongan borjuis kecil. Apabila si mahasiswa mendapatkan pendidikan yang kritis terhadap realitas, dibesarkan dalam kultur yang demokratis, aktif dalam organsiasi yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan juga rakyat pada umumnya ,akan menciptakan kesadaran dan tindakan yang maju dan progressif dari si mahasiswa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana datangnya pikiran yang benar&lt;br /&gt;Pikiran yang benar tidak datang secara tiba-tiba dari langit. Tidak mungkin sesorang duduk bertapa atau menyendiri di sebuah tempat sepi lalu tiba-tiba mendapat pikiran yang benar. Pikiran yang benar didapatkan dari hasil refleksi manusia atas praktek sosialnya. Praktek sosial yang dimaksud disini adalah praktek berproduksi, perjuangan klas, dan percobaan ilmiah.&lt;br /&gt;·         Praktek berproduksi&lt;br /&gt;Praktek produksi adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan primernya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia perlu mendapatkan barang (sumber daya) dari alam. Tidak cukup hanya di situ, tetapi sumber daya alam yang didapatkan harus diolah agar menjadi barang yang dapat digunakan. Inilah yang disebut praktek produksi itu, merubah nilai dan fungsi suatu barang agar dapat digunakan. Praktek produksi ini yang menciptakan ide dan pengetahuan umat manusia. Seorang petani memperoleh pikiran yang benar tentang produksi pertanian setelah dia melakukan praktek bertahun-tahun tentang bercocok tanam, memelihara bibit, dsb. Seorang mahasiswa mendapatkan pikiran yang benar tentang cara mendapatkan nilai yang bagus, setelah terlebih dahulu berpraktek dalam beberapa kali ujian yang diselenggarakan di kampus.&lt;br /&gt;·         Perjuangan klas&lt;br /&gt;Begitu juga kita akan mendapatkan pikiran yang benar apabila kita terlibat langsung di dalam perjuangan umat manusia. Hakikat perjuangan umat manusia untuk mencapai kesejahteraannya adalah perjuangan kelas, karena dalam masyarakat sekarang terdapat kelas-kelas sosial yang selalu bertentangan satu sama lain. Kita akan tahu bagaimana memperjuangkan kepentingan massa mahasiswa apabila kita terjun langsung dalam memperjuangkan hak-hak demokratis mahasiswa. Tanpa terjun langsung ke dalam perjuangan massa mahasiswa, kita tidak akan pernah tahu apa yang menjadi penyebab mahalnya pendidikan, tidak bermutunya pendidikan kita, tidak demokratisnya penyelenggaraan pendidikan, dsb. Hanya dengan terlibat langsung di dalam perjuangan massa mahasiswa-lah kita dapat mengerti hal tersebut dan bagaimana agar tujuan perjuangan kita tercapai.&lt;br /&gt;·         Percobaan ilmiah&lt;br /&gt;Percobaan ilmiah-lah yang akan mengantarkan kita pada suatu kesimpulan bahwa pendapat kita atau dugaan kita terhadap suatu hal adalah benar. Setiap teori yang kita dapatkan di bangku kuliah haruslah kita percaya setelah dapat terwujud dalam kenyataannya. Kalau teori yang menyatakan bahwa ekonomi Pancasila akan mengantarkan kemakmuran adalah salah, maka teori tersebut tidak ilmiah karena tidak terbukti dan harus diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana juga dengan pengetahuan?&lt;br /&gt;Pengetahuan manusia juga berasal dari praktek sosial. Prakteklah yang  menciptakan atau melahirkan pengetahuan. Dan prakteklah yang akan menguji apakah pengetahuan yang kita miliki adalah benar dan ilmiah. Oleh karenanya, praktek menempati kedudukan yang penting dan primer. Kalau ingin mendapatkan pengetahuan yang hakiki, maka berprakteklah terlebih dahulu ! Sejarah membuktikan, bahwa setiap penemuan–penemuan atau teori-teori baru, adalah hasil dari sebelumnya berpraktek terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Pengetahuan sendiri ada dua tingkat. Pertama pengetahuan sensasional dan pengetahuan rasional.&lt;br /&gt;·         Pengetahuan sensasional&lt;br /&gt;Adalah pengetahuan tentang sesuatu yang sifatnya permukaan, fenomena atau gejala saja. Pengetahuan ini didapatkan dari panca indera. Misalnya bahwa kita melihat bahwa kondisi kampus kita sangat minim fasilitas. Pengetahuan sensasional hanya tahu bahwa kampus kita sangat minim fasilitas dan belum dapat mengetahui apa penyebab dari minimnya fasilitas tersebut, apa dampaknya terhadap mahasiswa, dsb.&lt;br /&gt;·         Pengetahuan rasional&lt;br /&gt;Pengetahuan rasional sudah lebih dalam, membahas isi dan hakikatnya. Artinya kita menganalisa mengapa kampus kita sangat minim fasilitas. Dari hasil pengamatan kita, lalu kita melakukan penyelidikan sosial (investigasi), melakukan penyimpulan-penyimpulan yang dipandu teori, lalu mengujinya pada percobaan ilmiah atau praktek. Dari hasil tersebut, maka kita mengetahui bahwa minimnya fasilitas kampus karena kampus yang kurang dana, Kekurangan dana tersebut karena subsidi untuk pendidikan dicabut terus menerus dan anggarannya dikorupsi oleh pemerintah. Hal tersebut akibat dari pemerintah yang lebih mementingkan untuk membayar hutang terhadap pihak asing, dimana sebenarnya hutang merupakan skema intervensi dan penguasaan secara ekonomi dan politik terhadap Negara kita. Inilah penjajahan gaya baru, atau imperialisme itu. Jadi, dalam hal ini pemerintah masih menjadi kaki tangan pihak asing, atau disebut komprador. Jadi, ada hubungan antara minimnya fasilitas kampus kita dengan imperialisme. Ada suatu saling hubungan antara kondisi suatu materi dengan materi yang lain. Inilah pengetahuan yang rasional, yaitu ilmiah dan objektif.&lt;br /&gt;Sumber pengetahuan ada yang kita dapatkan secara langsung ada yang tidak langsung. Pengetahuan yang langsung yaitu dari hasil praktek sosial kita sendiri. Sedangkan pengetahuan tidak langsung dari hasil refleksi atau kita mendengar, melihat atau membaca serta menganalisa hasil praktek dari orang lain. Misalnya, apabila kita ingin mengetahui pengorgansiasian yang benar, maka kita merefleksikan kerja pengorgansasian kita terdahulu. Inilah yang kita sebut dengan pengetahuan yang langsung, yaitu pengetahuan yang didapatkan dari hasil praktek kita sendiri.  Pengetahun yang tidak langsung kita dapatkan setelah kita membaca buku atau tulisan yang ditulis oleh sesorang tentang pengorganisasian. Tentu, sumber pengetahuan langsung lebih utama dari sumber pengetahuan tak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang dimaksud dengan cara berfikir yang benar?&lt;br /&gt;Cara berfikir yang benar adalah cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan yang kongkret, tidak berfikir sesuai dengan keinginan atau pikiran sendiri yang sifatnya subyektif, karena pada dasarnya ide atau pikiran berasal dari materi atau kenyataan. Ada beberapa prinsip yang penting dan menjadi dasar dalam berfikir yang benar, yaitu :&lt;br /&gt;1.      Antara satu hal dengan hal yang lainnya memiliki saling hubungan yang kongkret. Tidak bisa dipisahkan antara kondisi di suatu tempat dengan kondisi di lain tempat. Misalnya, mahalnya biaya pendidikan di kampus kita, mempunyai hubungan dengan kebijakan negara yang mencabut subsidi untuk pendidikan. Negara mencabut subsidi pendidikan karena desakan dari negara imperialis seperti AS untuk meliberalisasi (menswastakan) pendidikan. Jadi, ada hubungan yang kongkret antara mahalnya biaya pendidikan di kampus kita dengan imperialisme.&lt;br /&gt;2.      Segala sesuatu selalu dalam keadaan yang berubah dan berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini berarti segala sesuatu pasti berubah, tidak ada yang kekal, sama dan diam. Seperti manusia yang mengalami perubahan, dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan meninggal.&lt;br /&gt;3.      Perubahan atau perkembangan bergerak ke arah yang lebih maju dan bersegi hari depan. Perkembangan tidak akan bergerak mundur, atau kita mengharapkan kembali pada masa yang lalu, dengan kondisi yang sama.&lt;br /&gt;4.      Perubahan atau perkembangan sesuatu ditentukan oleh faktor dalam atau kekuatan internal. Bukanlah faktor luar yang menentukan perubahan. Sebuah telur berubah menjadi anak ayam karena pergerakan unsur-unsur kehidupan yang ada di dalam putih dan kuning telur. Keberhasilan perjuangan di kampus dalam memperjuangkan hak-hak demokratis mahasiswa bukanlah ditentukan oleh dosen, rektor, gubernur, atau menteri, tetapi oleh kekuatan massa yang terhimpun dalam suatu wadah organisasi (apapun bentuknya) ! Keberhasilan rakyat Indonesia dalam menghancurkan sisa-sisa feodalisme dan mengusir imperialisme adalah hasil dari kekuatan internal rakyat Indonesia itu sendiri !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar kita dapat memiliki cara berfikir yang benar?&lt;br /&gt;1.     Terlibat langsung dalam praktek sosial.&lt;br /&gt;     Jika kita ingin memiliki pikiran yang benar tentang persoalan mahasiswa dan sistem pendidikan, maka kita harus terlibat langsung dalam kehidupan dan perjuangan pemuda-mahasiswa.&lt;br /&gt;2.     Membangun tradisi penyelidikan sosial.&lt;br /&gt;     Jika kita ingin memiliki pikiran yang benar tentang kenyataan maka kita harus mau untuk menyelidiki kenyataan sosial yang ada. Jika kita ingin mengetahui bagaimana kondisi pendidikan di kampus, maka kita harus melakukan penyelidikan (investigasi) terlebih dahulu.&lt;br /&gt;3.     Membiasakan diri untuk berfikir hati-hati dan dari banyak segi tentang segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar kita dapat bekerja dengan benar&lt;br /&gt;Segala keputusan dan pekerjaan haruslah didasarkan pada situasi yang kongkret. Tanpa itu kita akan menghadapi kegagalan. Keberhasilan pekerjaan dalam melakukan aksi penolakan kenaikan SPP di kampus, ditentukan oleh sejauh mana kita menganalisa kondisi kampus, berapa jumlah massa yang terlibat dan mendukung aksi kita, dan bagaimana kepemimpinan kita di kampus tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-3014593752841127400?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/3014593752841127400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/05/cara-berfikir-dan-bekerja-yang-benar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/3014593752841127400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/3014593752841127400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/05/cara-berfikir-dan-bekerja-yang-benar.html' title='Cara Berfikir dan Bekerja yang Benar'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399971645251619345.post-4219732591541028362</id><published>2009-05-14T02:01:00.001-07:00</published><updated>2009-05-14T02:07:06.750-07:00</updated><title type='text'>Landasan Teori Advokasi</title><content type='html'>Landasan Teologis Advokasi&lt;br /&gt;”Mahasiswa Berlawan Dalam Organisasi Muhammadiyah”&lt;br /&gt;BEM_FATEK UMM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema - tema sosial, khususnya tema tentang membela rakyat kecil, kaum lemah dan tertindas (‘populisme’) adalah merupakan prinsip, sekaligus focus theologicus Islam. Pandangan tersebut, sejalan dengan cita-cita sosial Al-Quran sendiri—seperti disebutkan oleh Fazlur Rahman—yaitu menegakkan tata sosial yang etis (berlandaskan moral), egalitarian dan berkeadilan. Atau sejalan dengan tujuan dasar Islam seperti yang dikemukakan Asghor Ali Engineer, yaitu terciptanya persaudaraan universal (universal brotherhood), kesetaraan (equality) dan keadilan sosial (social justice). Dengan demikian, Islam sebenarnya memberikan landasan teologis yang kuat bagi suatu upaya pembelaan atau advokasi terhadap kaum lemah, miskin, terbelakang dan tertindas.&lt;br /&gt;Tema-tema ‘populisme’ atau pembelaan terhadap kaum lemah (miskin, terbelakang, dan tertindas) serta cita-cita sosial Islam untuk menegakkan tata sosial yang etis, egalitarian dan berkeadilan yang dapat dijadikan landasan teologis bagi upaya advokasi di atas, lebih jauh dapat dilihat setidaknya dalam tiga aspek ajaran dan doktrin keagamaan Islam, yaitu pertama, aspek ajaran sosial Islam; kedua, pandangan Islam terhadap kaum lemah itu sendiri; dan ketiga, sejumlah doktrin dan ajaran fundamental Islam seperti tawhîd, al-musawah (kesetaraan), al-‘adalah (keadilan), dan jihâd (perjuangan dan praksis).&lt;br /&gt;1. Ajaran Sosial Islam&lt;br /&gt;Dasar-dasar ajaran sosial Islam yang dapat dipandang sebagai fokus theologicus-nya, dapat ditemukan dalam beberapa argumen berikut: pertama, Islam selalu mempertautkan antara kesalehan yang bersifat religius dengan kesalehan yang bersifat sosial. Artinya, Islam juga sangat mementingkan aspek sosial di samping aspek ritual.&lt;br /&gt;Kedua, dasar ajaran sosial Islam ditunjukan dalam prinsip bahwa jika urusan ibadah bersamaan waktunya dengan urusan mu’amalah (sosial) yang penting, maka ibadah boleh diperpendek atau ditangguhkan. Ketiga, ibadah yang mengandung segi kemasyarakatan diberi ganjaran lebih besar daripada ibadah yang bersifat perorangan. Karenanya, shalat berjama’ah lebih tinggi nilainya daripada shalat munfarid (sendirian). Keempat, jika urusan ibadah dilakukan tidak sempurna atau batal karena melanggar pantangan tertentu, maka kifaratnya adalah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan sosial. Misalnya, jika shaum wajib tidak mampu dilaksanakan, maka kifaratnya adalah fidyah atau memberi makan kepada orang miskin. Begitu juga, jika suami istri bercampur di siang hari pada bulan Ramadhan, maka tebusannya adalah memberi makan orang miskin atau memerdekakan budak. Dalam sebuah hadits qudsi dinyatakan bahwa salah satu tanda orang yang diterima shalatnya adalah menyantuni orang-orang lemah, menyayangi orang miskin, anak yatim, janda dan yang mendapat musibah.&lt;br /&gt;Sejumlah riwayat di atas, menggambarkan ajaran fundamental sosial dan keimanan dalam Islam bahwa keimanan harus memberikan implikasi pada dimensi sosialnya. Inilah hakikat makna iman, yaitu memberikan arti terhadap makna sosialnya. Dengan kata lain, iman akan kehilangan arti pentingnya, jika tidak memiliki implikasi dalam dimensi sosialnya. Itulah sebabnya, dalam Al-Quran iman—tidak kurang dari 36 kali—selalu dikaitkan dengan amal saleh. Menurut Izutsu, kaitan terkuat dari hubungan semantiknya mengikat shâlih (kesalehan) dan îmân sebagai kesatuan yang tak terpisahkan. Seperti bayangan mengikuti bentuk bendanya, di mana ada îmân di situ ada shâlihat (amal shaleh).&lt;br /&gt;2. Pandangan bem_fatek hari ini terhadap Kaum Lemah&lt;br /&gt;Pandangan bem_fatek umm periode hari ini terhadap kaum lemah (mustadh’afîn) dalam konteks sosial (menyeluruh) berdasarkan hasil kajian-kajiannya dan diskusi kongkrit dengan mahasiswa muhammadiyah mataram sangatlah jelas, yaitu pertama, Islam secara tegas memandang kedudukan penting kaum lemah sebagai pemimpin dan pewaris bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ&lt;br /&gt;“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) (QS. al-Qashash [28]: 5)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini merupakan penggalan dari rangkaian panjang yang menceritakan kisah Fir’aun sebagai representasi penguasa otoriter, diktator, eksploitatif, dan menindas serta Nabi Musa dan kaumnya, Bani Israil sebagai representasi masyarakat yang lemah dan tertindas. Dalam ayat sebelumnya dijelaskan mengenai kekuasaan Fir’aun yang hegemonik, melakukan kesewenang-wenangan, represif dan menindas rakyatnya. Di antara kebijakannya yang dipandang represif, menindas dan eksploitatif adalah membuat peta konflik (memecah belah) masyarakatnya, membunuh setiap anak laki-laki dan membiarkan hidup anak-anak perempuan. Di kampus UMM konteks praktek ini telah mulai muncul dan dipropagandakan dengan bermain menggunakan jalur-jalur birokrasi tanpa pernah melakukan suatu pemetaan sosial yang senantiasa untuk eksistensi organisasi sepihak. Dalam bahasa politik, kebijakan ini dapat dipandang sebagai upaya memperlemah posisi civil society dan membatasi ruang kebebasannya berorganisasi di muhammadiyah, sehingga tidak lagi kritis dan dapat mengontrol (check and balance) serta mengganggu supremasi kekuasaannya.&lt;br /&gt;Kedua, bem_fatek memandang suatu kepentingan dan keharusan untuk berpihak, melakukan pembelaan, dan memperjuangkan hak–hak mahasiswa sebagai kaum intelektual yang mengalami kelemahan berpikir akibat ketertindasan sistem/aturan yang mengikat. Pandangan ini digambarkan oleh Al-Quran dalam surat al-Nisa’ [4]: 75, yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا&lt;br /&gt;“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dan penolong dari sisi Engkau" (QS. al-Nisa’ [4]: 75).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bem_fatek selain memandang kedudukan yang penting terhadap mahasiswa intelektual (sebagai kaum lemah yang tertindas akibat sistem/birokrasi/aturan) sebagai pemimpin dan pewaris dunia, juga mengharuskan untuk berpihak, melakukan pembelaan dan memperjuangkan kepentingan mereka sesuai tuntutan islam.&lt;br /&gt;Ketiga, bem_fatek sejak awal melontarkan kritik sosial terhadap berbagai bentuk eksploitasi serta ketiadaan rasa tanggung jawab sosial (sense of social responsbility) melalui berbagai kegiatan-kegiatan aksinya baik diluar maupun didalam fakulty/kampus sendiri. Surat-surat awal Al-Quran seperti al-Ma’un, al-Kautsar, al-Humazah, al-Fajr, al-Layl dan al-Balad, menjadi landasan yang menunjukkan kecaman terhadap praktek akumulasi kekayaan yang diperoleh melalui etika keserakahan, serta sikap eksploitasi sosial-ekonomi dalam bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan anak-anak yatim dan orang-orang miskin.&lt;br /&gt;3. Doktrin dan Ajaran Fundamental Islam&lt;br /&gt;Sebagaimana telah dikemukakan bahwa landasan teologis upaya advokasi terhadap kaum lemah, juga dapat dirumuskan dalam sejumlah doktrin dan ajaran fundamental Islam, yaitu di antaranya adalah doktrin tawhîd, al-musâwah, al-‘adalah dan jihâd. Berikut mungkin penjelasan singkat mengenai keempat doktrin tersebut dalam kaitannya dengan upaya advokasi kaum lemah dan tertindas.&lt;br /&gt;a. Tauhid&lt;br /&gt;Doktrin tauhîd atau ajaran tantang me-Maha Esa-kan Tuhan, tidak sekedar pesan milik Islam saja, melainkan juga sebagai hati atau inti semua agama. Dalam Islam, tauhid merupakan konsep sentral yang berisi ajaran bahwa Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu, dan bahwa manusia harus mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Nya. Konsep tauhid ini mengandung implikasi doktrinal lebih jauh bahwa tujuan kehidupan manusia tak lain kecuali menyembah kepada Tuhan. Kepatuhan kepada Tuhan dan ketaatan kepada perintah-Nya inilah yang menjadi raison d’etre manusia. Menjadikan tuhan selain Allah (syirik) merupakan dosa besar yang tidak terampuni, karena bukan saja secara teologis tidak diterima sebagai akidah yang benar, melainkan juga secara sosiologis mengakibatkan perendahan terhadap harkat martabat manusia yang dimuliakan Tuhan. Tidak sampai di situ, praktek syirik (politeisme) juga berkaitan erat atau bahkan melahirkan sikap ekploitatif terhadap komunitas miskin, permainan kotor dalam perdagangan dan ketiadaan tanggung jawab terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu—seperti digambarkan dalam surat-surat awal Al-Quran—ide tauhid ini sejak awal telah menjadi dasar fundamental dalam menciptakan tata sosial yang etis (berlandaskan moral), egalitarian dan berkeadilan, khususnya dalam mengeliminir praktek keagamaan politheisme (penyembahan berhala), eksploitasi kaum miskin, permainan kotor dalam perdagangan serta ketiadaan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, seperti dikemukan Asghor Engineer, doktrin tauhid tidak hanya mempunyai konsekwensi religius, tapi juga mempunyai implikasi sosial ekonomi.&lt;br /&gt;Ali Syari’ati menyebutkan bahwa tauhid dalam Islam merupakan suatu pandangan dunia, yang hidup dan penuh makna, menentang keserakahan dan bertujuan memberantas penyakit yang muncul dari penumpukan uang dan penyembahan harta. Ia menghapus stigma eksploitasi, konsumerisme, dan aristokrasi ketika jiwa tauhid bangkit kembali dan peran historisnya disadari oleh seseorang, jiwa itu akan memulai kembali misinya [yang belum berakhir] demi kesadaran, keadilan, kemerdekaan manusia, pembangunan dan pertumbuhan.&lt;br /&gt;Dalam pengertian ini, faham tauhid selalu terkait dengan prinsip kemanusiaan, rasa keadilan sosial dan ekonomi yang harus diwujudkan dalam kehidupan kongkrit bermasyarakat. Meminjam bahasa filasafat perennial, bahwa komitmen imani sebagai respons terhadap sapaan kasih Tuhan yang berpusat dari pemahaman dan keyakinan Ketuhanan Yang Esa (tauhid), harus selalu melangkah dan bergerak pada tahapan praksis untuk melayani manusia sebagai sesama hamba Tuhan. Dengan ungkapan lain, tauhid atau perjalanan iman yang bermula dari pengetahuan dan keyakinan terhadap Tuhan selalu dan harus bergerak ke muara kehidupan kongkrit berupa amal kebajikan.&lt;br /&gt;Rangkaian tauhid adalah paham tertentu tentang hakikat dan martabat manusia. Bertauhid (mengimani ke-Maha Esa-an Tuhan) adalah jalan hidup yang dapat mempertahankan ketinggian martabat manusia karena semangat tauhid itu dengan sendirinya atau seharusnya membawa dampak pembebasan. Yaitu pembebasan dari sesuatu yang akan membawa kepada pengingkaran harkat kemanusiaan itu sendiri. Dengan komitmen tauhid yang dimulai dari adanya keyakinan dan kesadaran bahwa Tuhan Yang Maha Esa berada di atas manusia, maka dari sini muncullah keinsafan akan keterbatasan dan kelemahan yang selanjutnya melahirkan sikap kemanusiaan sehingga tidak meninggikan posisi manusia dan tidak mendudukannya pada posisi yang lemah. Melalui peresapan yang mendalam terhadap ke-Maha Esa-an Tuhan (tauhid) ini, akan melahirkan kehidupan yang penuh moral, yang akan termanifestasi bukan saja dalam aspek sosio-ekonomi, tapi juga dalam aspek sosio-politiknya dengan sikap penegakan keadilan di antara sesama manusia.&lt;br /&gt;Dengan demikian, doktrin tauhid sesungguhnya dapat dan seharusnya menjadi landasan teologis  bagi suatu upaya atau gerakan advokasi (pembelaan) dan pembebasan kaum lemah ( semua ummat ) yang tertindas  dari srtuktur yang menindas dan tidak berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Al-Musâwah (Egalitarianisme)&lt;br /&gt;Salah satu pemikiran penting dari doktrin tauhid adalah bahwa kesadaran tauhid bukan hanya melahirkan kesadaran akan keesaan atau kesatuan ketuhanan (united of God), melainkan juga harus melahirkan kesadaran akan kesatuan kemanusiaan (united of mankind). Jika Tuhan adalah Esa, maka ummatnya pun adalah esa, dalam arti bahwa manusia merupakan ummat yang satu dan karena itu, memiliki derajat yang sama. Doktrin persamaan atau kesetaraan (al-musâwah, equality ini mengandung pemahaman bahwa: pertama, manusia adalah setara secara sosial dan politik. Kedua, oleh karena semua manusia setara secara sosial dan politik, maka setiap orang harus diperlakukan dengan pertimbangan dan perhatian yang sama (tidak diskriminatif), baik dalam memperoleh keadilan hukum dan kesempatan, maupun dalam hal-hal pendidikan dan pemenuhan kebutuhan manusiawi.&lt;br /&gt;Doktrin kesetaraan ini dapat dirujuk pada ajaran Al-Quran dalam surat al-Hujurat [49]: 13, yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ&lt;br /&gt;Artinya: “Hai manusia! Kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling ber-taqwâ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa ayat 13 surat al-Hujurat di atas memberikan wawasan atau visi mengenai prinsip egalitarianisme, yaitu bahwa harkat dan martabat manusia ditentukan oleh kualitas ketaqwaannya. Visi egalitarianisme atau kesetaraan dalam ayat tersebut, dapat dipahami lebih jelas lagi jika melihat latar historis (asbâb nuzûl)nya. Setidaknya, terdapat dua riwayat yang menjelaskan latar historis turunya ayat di atas, yaitu riwayat pertama dilaporkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abi Mulaikah. Riwayat ini menjelaskan bahwa ketika fathu Makkah, Bilal naik ke atas ka’bah untuk adzan. Beberapa orang yang ada di sekitarnya mempertanyakan secara sinis “apakah pantas budak hitam adzan di atas ka’bah? Maka yang lainnya menjawab, “sekiranya Allah membenci orang ini, pasti Allah akan menggantinya”. Kemudian ayat ini (QS. Al-Hujurat [49]: 13) turun sebagai penegasan bahwa dalam Islam tidak ada diskriminasi, dan yang paling mulia adalah yang paling taqwâ.&lt;br /&gt;Dengan demikian, teks di atas sekali lagi, jelas mengandung visi dan prinsip kesetaraan atau egalitarianisme kemanusiaan yang tentunya dapat dan harus menjadi basis etis dalam setiap hubungan interaksi sosial berorganisasi. Karena itu, seharusnya tidak lagi ada diskrimisai, penindasan atau exploitation of man by human being (eksploitasi manusia atas manusia). Apalagi kemudian sampai menjastifikasi objek/ummat/kaum yang terlibat dalam organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Al-‘Adâlat (Keadilan)&lt;br /&gt;Doktrin Islam yang hampir dekat kepada kesadaran religius ketaqwaan, dan karena itu, mengandung visi kesetaraan (equality) atau egalitarianisme kemanusiaan adalah al-adâlat (keadilan). Al-Quran menyatakan “Berlaku adillah kamu, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa” (QS. al-Maidah [5]: 8). Makna dasar dari kata adil itu sendiri adalah “sama” (sawiyyat), penyamarataan (equalizing) dan “kesaman” (levelling); “memperlakukan sama atau tidak membedakan seseorang dengan yang lain”, suatu makna yang sama dengan pesan dasar taqwa. Oleh karena itu, implikasi bertaqwa adalah bersikap adil terhadap sesama manusia. Menurut Sayid Quthub, keadilan (adil) ini merupakan dasar persamaan sebagai asas kemanusiaan yang dimiliki oleh setiap orang.&lt;br /&gt;Dalam beberapa tempat, Al-Quran memerintahkan untuk berlaku adil terhadap setiap kelompok, baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun terhadap kaum kerabat. Bahkan Al-Quran juga memerintahkan untuk berlaku adil kepada musuh dan tidak menjadikan kebencian sebagai penghalang untuk berlaku adil. Ide atau prinsip keadilan inilah yang harus menjadi prinsip dasar dalam memperlakukan semua orang secara sama, adil dan tidak diskriminatif, baik dalam pengelolaan sumberdaya ekonomi, politik, sosial-budaya dan pendidikan, maupun dalam penetapan hukum.  Ide keadilan ini pula yang harus mendorong adanya suatu gerakan keadilan dalam membela dan memperjuangkan hak-hak kaum lemah dan tertindas. Sebab, keadilan tidak akan tercipta tanpa membebaskan golongan masyarakat lemah dan marjinal dari penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Jihâd&lt;br /&gt;Manifestasi tauhid untuk menciptakan masyarakat egaliter dan berkeadilan, di mana kaum lemah, orang miskin, dan hina papa diperlakukan dengan penuh hormat, diperlukan suatu ‘perjuangan’ untuk melawan segala bentuk ketidakadilan dan penindasan. Doktrin Islam yang menunjukkan perjuangan tersebut adalah jihâd. Jihad bukanlah ‘perang suci’ untuk mengislamkan kaum kafir, seperti yang diyakini oleh Barat. Sebab, Al-Quran mengutuk semua peperangan sebagai hal yang menjijikkan, dan hanya mengizinkan peperangan untuk mempertahankan diri. Kemenangan perjuangan Nabi Muhammad, bukanlah dengan pedang, melainkan dengan menggunakan kebijakan anti kekerasan yang kreatif dan jujur.&lt;br /&gt;Jihad dalam Islam sesungguhnya lebih merupakan perjuangan dan praksis, terutama dalam melindungi kepentingan orang yang tertindas dan lemah, atau untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Karena itu, dalam perspektif advokasi, jihad dapat menjadi landasan teologis, sekaligus landasan kerja dalam melakukan  pembelaan terhadap kaum papa, lemah, miskin dan tertindas untuk menciptakan struktur sosial yang lebih humanis, egaliter dan berkeadilan. Jihad dalam pengertian ini harus terus dilakukan hingga tidak ada lagi bentuk kezhaliman, penindasan, dan ketidakadilan. Inilah perjuangan (jihad) agung yang menjadi doktrin penting dalam Islam, sehingga jihad dijadikan sebagai syarat untuk menjadi mu’min sejati (al-mu’minûna haqqa) (QS. al-Anfal [8]: 74), dan syarat untuk mendapatkan surga (QS. Ali Imran [3]: 142). Orang yang melakukan jihad dipandang sebagai memiliki kedudukan yang agung di sisi Tuhan (QS. al-Taubah [9]: 20, al-Nisa’ [4]: 95). Sebaliknya Al-Quran mengecam mereka yang duduk berpangku tangan, sementara orang-orang lain di sekitarnya mengalami penindasan (QS. al-Nisa’ [4]: 75 dan 95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Berdasarkan serangkaian uraian di atas, hakikat advokasi dalam pengertian “mahasiswa berlawan dalam organisasi muhammadiyah” adalah upaya mendesakkan terjadinya perubahan ( transformasi struktural ke arah yang berkeadilan ), khususnya dalam membela hak-hak mahasiswa sebagai ummat/kaum/jama’ah lemah dan tertindas yang merupakan bagian dari visi dan ajaran agama itu sendiri. Oleh karena itu, agama banyak memuat landasan teologis maupun praksis bagi suatu upaya advokasi. Landasan teogis dan praksis tersebut dapat ditemukan dalam sejumlah ajaran sosial, pandangan terhadap kaum lemah, dan dalam beberapa doktrin serta ajaran fundamentalnya seperti tawhîd, al-musâwah, al-‘adalah, dan jihâd. Allahu a’lam bissawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399971645251619345-4219732591541028362?l=wieraoq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wieraoq.blogspot.com/feeds/4219732591541028362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/05/landasan-teori-advokasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/4219732591541028362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399971645251619345/posts/default/4219732591541028362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wieraoq.blogspot.com/2009/05/landasan-teori-advokasi.html' title='Landasan Teori Advokasi'/><author><name>Wiryandinata, ST.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02894363124771004910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_VLfk2ME_iic/SgvWcizFp8I/AAAAAAAAAAU/5tuneDyi5Ks/S220/Imajinasi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
